Rabu, 01 April 2015

Fireboy


Author : Sherly Holmes
Penyunting : Erin_Adler
Genre : Sci-fi
Cerita ini hanya fiktif belaka dan hanya untuk hiburan semata.
___
Malam itu,
Seorang laki-laki dikejar oleh tiga belas orang, ia terus berlari menjauhi mereka yang ingin berbuat jahat padanya.
Laki-laki itu terus berlari, ia melewati gang-gang kecil yang berada diantara gedung kota.
“Robert, kemari kau”
“jangan lari, pengecut!”
Mereka terus mengejar Robert dan Robert terus berlari meskipun ia lelah.
“kembali kau”
Tapi sayangnya, Robert menemui jalan buntu. Ia berhenti dan berbalik.
“hah, mau kemana kau?” Siwon begitu senang dan mengeluarkan sebuah rantai.
Yang lainnya pun menatap Robert dengan tajam dan diantara mereka membawa benda tumpul.
Robert panik, ia takut mereka menghajarnya. “apa salahku?”
“apa salahmu? Haha” Siwon tertawa, “salahmu adalah kau selalu membuat kami kesal”
“tapi aku tidak pernah membuat kesalahan apa pun pada kalian”
“alah, cerewet kamu. Serang!”
Beberapa dari mereka mengangkat tongkat bassball dan berlari ke arah Robert. Mereka pun mulai menyerang.
“ah” Robert menutup mata dan melindungi dirinya dengan kedua tangan.
“argh, panas!” salah satu dari mereka berteriak.
Robert membuka matanya dan melihat kedua tangannya mengeluarkan api, ia kaget. Robert melihat salah satu dari mereka terbakar dan berlari ke genangan air, ia juga melihat mereka diam ketakutan termasuk Siwon.
Robert menatap mereka, “buat pilihan”
“ah” mereka semua lari ketakutan sambil membuang senjata mereka.
Robert tersenyum dan melihat kedua tangannya yang masih mengeluarkan api, perlahan api pun menghilang dan kedua tangannya tetap normal tanpa luka bakar sedikit pun.
“waw, it’s amazing!” Robert masih sedikit tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Di sebuah ruangan,
Seorang perempuan masuk, “selamat malam bos”
“malam Scarllet”
“ada apa bos memanggilku?”
“ada tugas untukmu”
“apa aku harus menjadi mata-mata lagi?”
“tidak”
“membunuh seseorang?”
“tidak”
Scarllet bingung.
“tugasmu kali ini mudah, kau hanya perlu menemukan seorang anak laki-laki” bos melempar foto Robert ke meja, “namanya Robert”
“tunggu, apa anak laki-laki berumur 17 tahun juga masih tersesat? Atau dia idiot?”
“tidak tidak” bos tersenyum, “mungkin saat ini dia belum tersesat, tapi dia butuh kita agar dia tidak tersesat”
“apa maksudmu? Apa kau sedang mempermainkanku?”
“tentu tidak Scarllet, ini bukan soal yang mudah. Anak laki-laki itu berbahaya, dia bisa menghancurkan kota ini”
Scarllet kaget.
Di sebuah SMA,
Semua siswa ketakukan karena Siwon dan teman-temannya sedang marah-marah pada mereka.
Robert turun dari bus dan masuk ke pintu gerbang kampus, ia melihat Siwon sedang berulah.
“ingat ya, di sekolah ini hanya kami yang berkuasa” Siwon berteriak.
Robert tersenyum dan mendekat, “ada apa ini?” ia bertanya dengan polos.
Mereka menoleh dan melihat Robert tersenyum pada mereka.
“lari” mereka lari ketakutan.
Robert kaget seperti tidak pernah terjadi apa-apa, ia kembali tersenyum.
“yeah” teman-temannya bersorak sambil tepuk tangan.
“terima kasih terima kasih” Robert membungkuk memberi hormat sambil membanggakan dirinya.
“kau hebat kawan, meski pun ini aneh karena mereka tiba-tiba takut padamu” seorang laki-laki mendekat dan memegang pundak Robert.
“itu bukan apa-apa” Robert tersenyum sombong, “aku hanya menghajar mereka tadi malam”
“benarkah? Bukankah selama ini, mereka selalu menghajarmu?”
Robert diam, “em.. emh.. mungkin dulu aku belum siap”
“kau kan tidak bisa berkelahi”
Robert tersenyum, “aku lupa”
Di kelas,
Siwon dan teman-temannya berkumpul, mereka bicara dengan serius.
“aku yakin tadi malam dia mengeluarkan api dari kedua tangannya”
“ya, dia membakar bajuku sampai bolong-bolong. Untung aku tidak mati”
“kita harus melaporkan semua ini”
“jangan pernah lakukan itu” Scarllet mendekat.
“kau siapa?” mereka kaget.
“jangan sekali-kali membuka masalah ini ke publik. Jika diantara kalian ada yang membocorkannya, aku tidak segan-segan untuk membunuh kalian”
***
Robert berjalan ke kelas, ia melihat teman-temannya sudah duduk rapi dan seorang guru sedang mengajar.
“aah, gawat” Robert masuk ke kelas, “selamat pagi” ia duduk.
Scarllet yang menyamar menjadi guru pun berhenti menulis di board, ia menatap Robert. Anak itu, ia tersenyum. “kau, keluar sekarang juga”
Robert kaget, “tapi bu, ini kan baru jam 7.30. Bukannya pelajaran dimulai jam 8?”
“ngelawan kamu?” Scarllet kesal.
“enggak bu” Robert berdiri dengan kesal dan keluar dari kelas.
Di luar,
Robert berdiri di koridor, “sialan, siapa sih dia? Perasaan guru disini gak ada yang kaya dia deh, apa dia guru baru?”
“kau sebut aku apa?” Scarllet menatap Robert dari balik koridor.
“e..enggak bu, enggak”
“ikut aku” Scarllet menjewer Robert dan membawanya pergi.
Di tempat parkir,
Scarllet mengajak Robert ke sebuah mobil, “masuk”
“kenapa kau menyuruhku masuk ke mobil ini?”
“ayo masuk”
“kau bukan guru kan?” Robert menatap Scarllet.
“ok, pintar. Aku memang bukan gurumu” Scarllet tersenyum, “ ayo masuk ke mobil”
“aku gak mau”
Scarllet pun menyerang Robert dan mendorongnya ke dalam mobil.
“aduh” Robert masuk, “kau kasar sekali”
“aku tidak perduli, kau yang memaksaku melakukan ini”
Scarllet membuka kemejanya dan baju seragam aslinya pun terlihat, “jalankan mobilnya” ia menyuruh supir.
“kau memakai baju ketat? Apa kau seorang penyelam?” Robert merasa aneh.
Scarllet menatap Robert dan Robert langsung diam, takut.
“aku harap kau tidak melakukan hal-hal gila karena aku bisa menembakmu”
Robert menatap Scarllet dengan panik, “kau penjahat?”
“namaku Scarllet, aku dari badan legal dan aku ditugaskan untuk menangkapmu”
“enggak, aku gak mau. Aku gak salah apa-apa dan kau tiba-tiba menangkapku? Ini gak adil”
“ini adil, ini demi keselamatan kota ini. Kau mengancam kami dengan mengeluarkan api dari tanganmu”
“apa maksudmu? Itu baru terjadi tadi malam, aku juga tidak tau kenapa itu bisa terjadi” Robert menatap Scarllet dengan cemas.
“dengar, aku melakukan ini demi kau”
“demi aku? Aku rasa, kau akan berbuat hal buruk padaku. Kau akan mengurungkku kan? Atau jangan-jangan, kau akan menjadikanku objek penelitian” Robert membuka pintu mobil.
“hey, jangan macam-macam” Scarllet menodongkan pistol ke kepala Robert, “aku bisa menembakmu kapan saja”
Robert diam. Tapi tiba-tiba, ia memegang pistol Scarllet dan hawa panas pun mengalir.
“ah” Scarllet melepaskan pintolnya yang begitu panas.
Robert pun melompat dari mobil itu, ia terguling ke pinggir jalan.
“hentikan mobilnya” Scarllet kesal dan kembali mengambil pistolnya, ia keluar dari mobil.
Tapi Robert sudah tidak ada.
“sial” Scarllet kesal, “ternyata anak itu pintar juga” ia kembali masuk ke mobil, “jalan, anak itu sudah pergi”
***
Di rumah Robert,
“Ya Tuhan, siapa tante-tante itu? Dia menyeramkan sekali, bahkan dengan terang-terangan ia menodongkan pistolnya ke kepalaku”
Robert menatap foto kedua orang tuanya, ia mengambilnya dan terus menatap foto tersebut.
“kenapa kalian pergi begitu cepat? Aku masih membutuhkan kalian saat ini”
Besoknya,
Robert bersiap, ia memakai bajunya dan bercermin. Robert tersenyum menatap dirinya, “santai Robert, Siwon tidak akan membully-mu lagi. Mereka takut padamu” ia memakai kaca mata.
Robert mengambil tasnya dan keluar dari rumah, ia berjalan ke halte bus.
Seorang perempuan tersenyum, “hey Robert”
“Sella?”
“kau keren sekali hari ini”
“terima kasih, kau juga cantik sekali” Robert menurunkan sedikit kaca matanya dan berkedip.
Bus sekolah datang dan mereka pun naik.
Di dalam bus,
Siwon kesal melihat Sella duduk disamping Robert, karena biasanya, Sella hanya duduk disamping Siwon.
“sabar bos”
“diam kau, aku sedang marah sekarang”
“aku tau, aku melihatnya”
“jangan banyak omong kamu, mau dihajar?”
“ampun bos, ampun”
Sesampainya di sekolah,
“aku senang kita bisa bicara seperti ini” Robert tersenyum pada Sella.
“maksud kamu?”
“ya... bisa jalan bareng sama kamu, ngombrol bareng. Cerita banyak dan, ya... kau tau sendiri selama ini hanya Siwon yang boleh mendekatimu”
“ya, kau benar. Anak-anak lain takut mendekatiku karena Siwon”
“tapi sekarang tidak lagi”
“sepertinya hanya kau yang berani mendekatiku”
“ya, itu harus”
“kenapa? Kenapa kau tiba-tiba berani mendekatiku?”
“karena... karena aku...”
“aku mengerti, temui aku di cafe nanti malam” Sella tersenyum.
“ok”
Mereka pun berpisah.
Robert mendekati teman-temannya.
“hey bro, kamu keren banget sekarang. Pake kaca mata item segala”
“buta kali, mana tongkatnya?”
Robert tersenyum, “kalian”
“tunggu deh, kalau gak salah liat, tadi kamu jalan bareng sama Sella kan?”
“hem...” Robert mengangguk.
“kamu gak takut sama Siwon?”
Robert menggeleng.
“gila kamu, kalau mereka menghajarmu gara-gara ini gimana?”
“aku gak takut”
“Robert, jangan gegabah”
“apa kalian lupa? Jelas-jelas kemarin Siwon ama temen-temennya takut sama aku”
Mereka masuk ke kelas.
Di luar,
Siwon menatap Robert yang masuk ke kelas, “apa yang harus kita lakukan?”
“gak tau bos, aku takut. Dia punya kekuatan aneh”
“coba kalian bayangin, selama ini dia sering kita bully kan? Dan dia gak pernah ngelawan atau ngeluarin api sedikit pun”
“mungkin dia baru dapet kekuatan itu bos”
“atau mungkin, dia tidak berani mengeluarkan kekuatannya di depan banyak orang” Siwon tersenyum.
***
Sekolah bubar,
Robert keluar dari kelas, tapi saat berjalan melewati lapang. Ia terdiam.
Semua anak berkumpul mengelilingi lapang dan di tengah lapang, Siwon dan teman-temannya sudah menunggu Robert.
“apa yang kalian inginkan?” Robert agak cemas.
Siwon tersenyum, ”aku tidak ingin apa-apa, tapi aku tidak suka ada anak yang cari muka disini”
Robert menatap mereka dengan waspada.
“aku hanya ingin memberitau semua anak, apa yang akan terjadi pada mereka saat mereka berbuat hal yang tidak kami sukai” Siwon menatap Robert, “serang!”
Mereka menghajar Robert, anak lain hanya diam. Mereka takut.
“ah” Robert kesakikan.
Di atap gedung,
Scarllet melihat itu menggunakan teropongnya, “bodoh, kenapa kau tidak melawan mereka?” ia menyimpan teropongnya.
Di lapang,
Robert batuk-batuk, darah keluar dari hidung dan mulutnya.
“bagaimana? Apa kau sudah menyerah?” Siwon mengambil kaca mata Robert yang ada di lapang dan memakainya.
Robert hanya menatap Siwon dengan kesal.
“kenapa kau diam? Kau bilang, kau berani melawanku”
Anak-anak yang melihat itu khawatir, tapi mereka begitu takut untuk membantu Robert.
“ya ampun, kasihan Robert”
“iya, dia udah luka-luka kaya gitu juga”
“Siwon, hentikan!” Sella berlari ke tengah lapang.
“Sella?” Siwon kaget.
Robert hanya menatap Sella.
“jangan sakiti dia lagi, aku mohon”
“sayang, aku tidak suka dia mendekatimu seperti tadi pagi”
“itu bukan salahnya, aku yang mendekati dia”
“benarkah?”
“Siwon..”
“ok, aku tidak akan menghajar dia lagi. Tapi aku tidak suka kau begitu khawatir padanya”
Sella menunduk.
“ayo kita pergi” Siwon memegang tangan Sella.
Teman-teman Siwon pun mengikutinya.
Anak-anak bubar dan Robert bangun.
Robert masih batuk dan memegang dadanya, ia berjalan dengan sisa tenaganya.
Saat keluar dari gerbang,
Robert semakin lemah dan ia pun jatuh.
Scarllet memegangi Robert, ia melihat Robert pingsan. “anak malang” ia membawanya ke mobil.
***
Di rumah Robert,
Scarllet membaringkan Robert di kasur, ia melihat foto kedua orang tua Robert yang ada di meja. Scarllet terdiam dengan wajah sedih, “maafkan aku” ia kembali menatap Robert dan membuka baju Robert.
Scarllet melihat memar di dada Robert dan ia mengobatinya, “semoga kau tidak sesak nafas gara-gara ini” Scarllet memakaikan selimut untuk Robert, “dasar anak bodoh, harusnya kau melindungi dirimu. Kau punya kekuatan besar tapi tidak mau melawan mereka, kelakukanmu percis seperti orang tuamu. Terlalu berperasaan”
Saat Robert membuka matanya,
Robert kaget sudah ada di kamar, apa lagi tangan kananya diborgol. Saat Robert menoleh, Scarllet tidur disampingnya dengan ujung borgol yang ada di tangan kirinya.
“ah?” Robert bangun dengan keget.
Scarllet membuka matanya, “bisakah kau diam? Ini sudah malam”
“kenapa tante ada disini? Kenapa tante tidur disampingku?”
“tante tante, enak aja. Emangnya aku tante mu?”
“kenapa kau terus mengejarku? Apa salahku padamu?”
“aku ingin kau menyerahkan diri ke kantorku”
“aku tidak mau, pasti kalian akan berbuat jahat disana”
“hey, jaga bicaramu”
“kenapa? Kau mau menembakku?”
Scarllet terdiam melihat bayangan api di mata Robert.
“maaf tante, sebaiknya kau pergi dari sini” Robert mengeluarkan api dari tangannya dan borgol pun terbakar.
“ah” Scarllet merasakan panas ditangannya, ia mengambil kunci borgol dan berusaha membuka kuncinya karena tidak kuat menahan panas itu.
Borgol terlepas dari tangan Robert dan ia berlari mengambil baju, “maafkan aku tante” ia keluar melewati jendela kamar.
Borgol pun terlepas dari tangan Scarllet dan ia segera melemparkannya ke lantai, Scarllet berlari ke dekat jendela. “sial, dia kabur lagi” ia kesal karena Robert sudah tidak ada.
Di jalan,
Siwon yang sedang menaiki mobil mewahnya kaget karena Robert berdiri tepat di depan mobilnya, sepertinya dia mau menyerahkan nyawanya. Siwon tersenyum.
Lakukan jika kau ingin, Robert menatap Siwon.
Ok, jika kau ingin mati. Siwon menginjak gas.
“argh” Robert berteriak dan api keluar dari kedua tangannya, ia memegang bagian depan mobil Siwon. Kaki Robert semakin terdorong mundur oleh mobil Siwon.
Bagian depan mobil mulai terbakar.
“gawat, mobilku bisa meledak” Siwon pun segera keluar dari mobilnya.
“argh” Robert melempar mobil ke pinggir dan mobil pun meledak.
Dwar..
Siwon menutup wajahnya dengan kedua tanganya, “aku rasa dia sudah mati”
“siapa yang kau bilang mati?”
Siwon kaget dan melihat Robert yang begitu kesal menatapnya, ia melihat api di tangan Robert semakin besar dan melebar ke pundaknya.
“aku akan membalasmu”
“ampun Robert, maafkan aku”
Tapi Robert merasakan kehadiran Scarllet, ia pun pergi.
“mobilku” Siwon menangis mendekati mobilnya.
Scarllet melihat itu dari dalam mobilnya, “bos benar, anak itu bisa tersesat jika tidak segera ditangkap”
Di cafe,
Sella mendekati sebuah meja dan duduk di kursi, Robert tiba-tiba muncul dari bawah.
“hey”
“Robert?”
“kamu kaget? Apa harusnya Siwon yang ada disini?”
“i..iya, kamu tau kan? Saat dia mendengar kita janjian disini, dia marah besar dan...”
“dia ingin menggantikanku?”
Sella mengangguk, “lebih baik kamu segera pergi, aku takut dia keburu datang”
“dia tidak akan datang”
Sella kaget dan menatap Robert.
“ayolah Sella, apa kau tidak senang kita bersama?”
Sella tersenyum, “aku hanya takut jika dia menyakitimu lagi”
“tidak akan” Robert tersenyum.
“bagaimana lukamu?”
“sudah tidak apa-apa” Robert memegang tangan Sella, “Sella, seandainya kamu tau. Sejak dulu aku...”
“Robert, lenganmu kenapa?” Sella melihat baju Robert yang berlubang di bagian lengan kanannya dan terlihat ada luka bakar disana.
Robert kaget, “ya ampun” Robert kembali menatap Sella, “maaf, aku harus pergi” Robert meninggalkan Sella.
“Robert?” Sella kaget.
***
Pagi itu,
Robert diam di atas sebuah karang, ombak yang deras pun terus menyembur dibawahnya.
Robert melihat luka bakarnya yang aneh, “luka bakar macam apa ini? Harusnya aku tidak terluka”
“kau baru saja berbuat jahat, kau pantas menerimanya”
Robert menoleh dan melihat Scarllet, “mau apa lagi kau?”
“aku tidak akan berhenti sebelum aku berhasil menangkapmu” Scarllet duduk di samping Robert.
Robert melihat ke arah lain, “kau tidak kapok? Atau aku harus memberikan luka yang membekas?”
“kau mau melukaiku dengan kekuatanmu?”
Robert menatap Scarllet, “dengar tante, selama ini aku hanya melindungi diriku. Tapi jika kau terus memaksa, aku tidak akan segan untuk membakarmu”
Scarllet terdiam, ia ingat pada misinya saat itu.
Sebuah mobil terbakar dan menelan dua korban yang ada di dalamnya.
“kenapa kau diam?”
“aku tidak suka kau bicara seperti itu, aku tau kau berasal dari keluarga baik-baik”
“jangan bicara seolah-olah kau kenal keluargaku”
“aku memang tidak mengenal mereka, tapi aku tau, kedua orang tuamu adalah ilmuan yang hebat”
Robert menatap Scarllet dengan mata yang memerah, “apa hanya itu?”
Scarllet sedikit khawatir, ia memegang tangan Robert dan meneteskan sebuah cairan ke lengan Robert. Perlahan, luka Robert menghilang dan hanya ada kemerahan yang membekas pada kulitnya.
“hey?” Robert kaget.
Scarllet tersenyum, “aku tidak akan menangkapmu sekarang, aku akan memberimu waktu” ia memberi jaket pada Robert, “jaga kesehatanmu”
Robert hanya diam, Scarllet pun turun dari karang.
Robert memakai jaket itu untuk menutupi lengannya dan ia menangis.
Di bawah,
Scarllet diam melihat itu, ia pun pergi ke mobil.
Robert masih menangis, “apa yang harus aku lakukan sekarang?”
***
Di rumah Siwon,
“kenapa mobilmu bisa meledak seperti itu?”
“ayah, jika aku cerita, ayah pasti tidak akan percaya”
“Siwon, jangan banyak alasan”
“aku gak bohong ayah, aku akan menceritakan semuanya”
Siwon pun bercerita tentang Robert dan kekuatannya.
“jadi temanmu yang bernama Robert itu bisa mengeluarkan api dari tangannya?”
“iya ayah, bahkan tadi malam, apinya semakin besar”
“ok, ayah percaya padamu. Besok ayah akan membelikan mobil yang lebih bagus untukmu”
“benarkah ayah?”
“ya, tapi kau harus mengundang dia ke rumah kita”
“apa?”
“kenapa? Kau tidak mau?”
“aku takut dia melukai kita”
“Siwon, ayah ingin kau mendekati anak itu, suka atau tidak suka. Mengerti?”
“baik ayah” Siwon keluar dari ruang kerja ayahnya.
Ayah Siwon pun tersenyum.
Di rumah Robert,
Robert berbaring di kamarnya, “tante itu aneh juga, dia tiba-tiba baik hari ini. Tapi aku gak boleh kebawa, jangan-jangan dia bo’ong. Dia kan seperti agen rahasia, mata-mata punya rahasia dibalik rahasianya”
“kau sedang membicarakanku?” Scarllet duduk di jendela kamar.
“ya ampun, ngapain tante kesini?”
“tentu saja untuk menangkapmu”
Robert menatap Scarllet, “bukankah hari ini aku bebas?”
“enak saja, tadi aku tidak menangkapmu karena kasihan. Tapi itu merupakan tindakan bodoh”
“tante yakin? Aku bisa melukai tante lho”
“jangan sombong, kau cuma anak kecil yang bodoh”
“enak saja, nilaiku selalu bagus di kelas”
“eheh?” Scarllet masuk ke kamar Robert.
“tante, jangan macam-macam” Robert langsung berdiri dengan waspada.
“kau yang jangan macam-macam” Scarllet mengeluarkan pistolnya.
Robert mundur ke pintu.
“jika kau berani keluar, aku akan menembakmu”
Tangan Robert mulai mengeluarkan api.
“oh, kau mau melawan? Ok, akan aku layani”
Robert melemparkan api ke arah Scarllet dan Scarllet pun menghindar.
“dasar anak bodoh, lemparanmu terlalu pelan” saat melihat ke arah Robert, Robert sudah tidak ada dan pintunya terbuka. “sial”
Di jalan,
Robert berlari, “aduh, dia kenapa sih? Baru aja mau aku bilang baik”
Sebuah mobil mendekat dan membunyikan klakson, mobil itu berhenti di dekat Robert.
Robert menoleh, “Siwon?”
“hey Robert” Siwon tersenyum.
Robert menatap Siwon dengan waspada.
“ayolah, aku kan hanya bertanya padamu. Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“apa kau ingin mobilmu terbakar lagi?”
“tidak tidak, santailah kawan, aku ingin kita berdamai. Lagi pula ini, mobil ayahku”
“emh? Kau pasti bohong kan?”
“tidak, sungguh. Ayolah, lebih baik kau ikut aku ke club. Aku janji tidak akan macam-macam”
Di club,
Robert minum bersama teman-teman Siwon, Siwon tersenyum melihat Robert yang mulai percaya padanya.
“aku merasa aneh, kenapa anak seusia kita bisa masuk ke tempat seperti ini?”
“ya ampun Robert, Siwon itu punya kartu khusus. Jadi kita semua bisa masuk”
“ho’oh, dia kan anak ilmuan hebat di negara ini”
Robert terdiam, ia ingat ayah dan ibunya.
“hey kawan, kenapa kau diam? Ayo minum lagi” Siwon menepuk pundak Robert.
Robert tersenyum.
Tiba-tiba Scarlllet datang sambil menodongkan pistol di kedua tangannya, “bubar kalian!” ia berteriak.
Suasana di club pun tiba-tiba ricuh karena orang-orang begitu panik, Scarllet terus menembaki gelas dan kaca lampu.
Siwon dan teman-temannya berlindung di bawah meja, Robert menatap Scarllet.
“anak kecil tidak seharusnya berada di tempat seperti ini” Scarllet menatap Robert.
“it’s not your bussiness” tangan Robert mulai mengeluarkan api, Robert menatap Siwon dan teman-temannya. “pergi kalian”
Mereka pun berlari keluar.
“bagus, sekarang hanya kita berdua yang ada disini” Scarllet tersenyum.
“pergilah tante, aku bisa membuat bom disini”
“bom?” Scarllet kaget.
Robert melempar sebuah botol dan melemparnya dengan api.
Dwar...
“kau lihat? Buat pilihan”
“anak sombong, aku mulai tidak suka”
“ok” Robert pun melihat botol minuman di meja.
Scarllet langsung menembak botol itu.
Preng...
Robert menatap Scarllet.
“kita lihat, siapa yang lebih cepat” Scarllet tersenyum.
Robert kesal, setiap botol ditembak oleh Scarllet. Ia terus mencari botol dan menyerang Scarllet dengan apinya.
Minuman yang berceceran di lantai pun mulai merembetkan api akibat lemparan Robert.
Gas mulai memenuhi club.
Scarllet sesak akibat gas beracun yang ia hirup, Robert melihat tanda emergency dan club akan meledak.
“gawat” Robert berlari dan membawa Scarllet keluar.
Dwar...
Club terbakar.
Robert membaringkan Scarllet yang pingsan di halaman, “maafkan aku tante” ia pergi.
***
Pagi itu,
Robert berjalan ke halte, tapi ia terus teringat pada Scarllet.
Kenapa aku jadi khawatir ya? Mudah-mudahan dia gak apa-apa, Robert diam dan melihat Sella mendekat.
“Robert, kamu gak apa-apa kan? Kamu tau gak? Gara-gara sikapmu yang aneh di cafe, aku jadi kepikiran terus”
Robert tersenyum, “bagus dong”
“bagus apanya?”
“ya, kan selama ini aku terus yang inget sama kamu. Sekarang gantian”
“dasar” Sella tersenyum dan melihat bus, “itu dia, bus sekolah udah datang”
Robert menoleh dan melihat bus yang semakin kencang, “kok busnya...?”
“argh” Sella teriak karena bus terus melaju ke arah mereka.
Robert mendorong Sella dan ia tertabrak bus.
“Robert” Sella khawatir.
Tapi Robert berpegangan ke bagian depan bus, “tolong hentikan busnya, hentikan” ia panik.
Scarllet yang mengemudikan bus tersenyum, “aku tidak akan berhenti sampai kau menyerah”
“tante?” Robert kaget, “aku mohon hentikan, aku tidak mau membakar bus ini”
“lakukan saja, di dalam bus ini hanya ada aku”
“aku tidak mau, ledakannya bisa melukai orang lain”
“kalau begitu, menyerahlah”
“tidak”
“ok” Scarllet semakin kencang mengemudikan bus.
“ok ok, aku menyerah” Robert mulai mual.
Scarllet menghentikan mobilnya.
Robert pun terjatuh lemas di aspal jalan, “ah” ia kelelahan dan menarik nafas.
Scarllet keluar dari mobil dan mengulurkan tangan.
Robert menatap Scarllet dan memegang tanganya, ia bangun. “terima kasih”
“ayo masuk” Scarllet merangkul pundak Robert.
Di dalam bis,
“tante yakin kita pergi dengan bus ini?”
“tentu” Scarllet menekan sebuah tombol dan bus sekolah pun berubah menjadi bus keren berlambang P3K.
“waw, apa ini bus rahasia?”
“kau kagum? Harusnya kau menyerah sejak dulu agar bisa melihat hal-hal menakjubkan”
Robert menatap Scarllet yang sedang mengemudikan bus.
“ada apa?”
“tante tau gak? Seandainya tante lebih lembut, sebenarnya tante itu cantik”
Scarllet menatap Robert, “jadi?”
“ya, tante emang cantik sih. Tapi... menyeramkan”
“bersyukurlah karena aku sedang tidak ingin marah saat ini” Scarllet tersenyum.
“tante kayanya seneng banget deh udah nangkap aku, emangnya aku sangat berharga ya?”
Scarllet tertawa, “kau tidak sehebat itu, aku senang karena akhirnya tugasku selesai. Kau adalah tugas paling menyebalkan yang pernah aku dapatkan”
“benarkah?”
Di markas,
Robert duduk di sebuah ruangan.
Scarllet terus mengawasi Robert sambil berdiri di belakangnya, “tenanglah, aku tidak akan melukaimu. Sebentar lagi bos datang”
“apa bosmu akan menyiksa ku?”
“apa maksudmu?”
“ya, kau lihat kan? Tempat ini gelap dan hanya ada kita berdua”
Bos datang.
“jangan macam-macam. Di ruangan ini, kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatanmu”
“apa? Itu seperti sabotase bagiku” Robert kesal.
“selamat siang bos”
“siang” Bos menatap Scarllet, ia duduk dan menatap Robert yang duduk dihadapannya.
“selamat siang?” Robert bingung.
“siang” bos tersenyum, “selamat datang di markas kami”
Robert masih bingung.
“namaku Hendry, aku direktur dari P3K ini. Dia Scarllet, agen mata-mata level 7”
Robert menatap Hendry, “P3K? Apa itu arti dari Pertolongan Pertama Perut Keroncongan? Apa kalian ingin aku bergabung disini agak memasak di tempat darurat? Itu mudah, aku bisa membakar sosis untuk kalian jika kalian tidak punya pemanggang”
Bos tersenyum, “P3K adalah Pertolongan Pertama Pereda Kehancuran”
“kehancuran? Kayanya so hebat banget deh, kamu harus mengganti nama badan ini”
Scarllet menjewer Robert, “jaga sikapmu”
“aduh” Robert merasa sakit, “maaf”
Hendry menatap Robert, “kami membutuhkanmu lebih dari itu”
“jadi aku disini bukan untuk memanggang sosis?”
“aku ingin kau menghilangkan kekuatanmu”
“aku sudah mencobanya, tapi tidak bisa”
“aku tau, kami bisa membantumu”
“aku tidak mau” Robert berdiri, “aku sudah yakin jika kalian bukan orang baik”
Scarllet memegang kepala Robert dan menjepitnya ke meja.
“aduh, apa yang kau lakukan?”
“lepaskan dia”
“maaf bos” Scarllet melepaskan kepala Robert.
“dulu orang tuamu bekerja disini”
Robert yang kesal pun langsung diam.
“mereka pasangan yang jenius, kami sangat kehilangan mereka saat mereka meninggal”
“mereka meninggal dengan mobil yang meledak dan terbakar” mata Robert mulai memerah, “katakan, apa yang kalian ketahui tentang kecelakaan itu? Apa benar itu sebuah kecelakaan? Atau itu sebuah kesengajaan”
“maaf bos, aku ingin makan siang”
“silahkan”
Scarllet pun pergi.
Robert menoleh, “tante, aku bungkusin donk”
“maafkan kami, saat itu, di kendaraan mereka memang banyak cairan kimia yang mudah meledak” Hendry ikut menyesal.
“jadi itu murni kecelakaan?” Robert diam dan menunduk.
“sudahlah, mulai sekarang, Scarllet akan selalu disampingmu”
“apa?”
“jangan bicara seolah-olah kau tidak membutuhkannya, dia bisa membuatmu nyaman. Dia bisa mengurusmu dengan baik”
“aku bisa mengurus diriku sendiri” Robert berdiri.
“Robert, jika kekuatanmu terlalu besar, kau bisa meledak”
Robert kembali duduk.
“kau akan menghancurkan kota ini”
“separah itu kah?”
Hendry mengangguk.
“aku janji tidak akan melakukannya, aku akan berusaha hidup normal. Tapi aku tidak mau Scarllet ada disampingku”
“dia tidak akan macam-macam padamu, dia hanya akan melindungimu”
“ok”
***
Beberapa hari kemudian,
“ah, kenapa aku jadi disuruh ngurus anak itu sih?” Scarllet menyiapkan sarapan.
Robert keluar dari kamar, “selamat pagi tante”
“pagi” Scarllet yang kesal, menaruh makanan di piring.
“terima kasih” Robert memakannya.
“apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“sekolah, seperti biasanya”
“kau masih belajar juga?”
“sebenarnya ujian sudah selesai sejak dua minggu yang lalu, tapi setiap anak, harus datang untuk mengetahui perkembangan nilai mereka”
“apa nilaimu jelek?”
“tidak, aku akan membuktikannya pada tante. Nilaiku pasti yang paling bagus di sekolah”
“huh, dasar sombong”
“aku gak sombong, itu kenyataan”
“ok, aku tidak sabar ingin melihat hasilnya nanti”
Robert tersenyum, “terima kasih atas masakan yang lezat ini, aku berangkat dulu ya” Robert pergi.
“kenapa aku merasa jadi ibunya sekarang?” Scarllet memakai seragamnya dan pergi.
Di halte,
Robert menunggu bus sekolah bersama Sella, Scarllet mengintip dari balik sebuah gedung.
Mobil baru Siwon berhenti di dekat Robert, “ayo kawan”
Robert dan Sella pun masuk ke mobil itu.
“anak itu...” Scarllet pun menyimpan teropongnya dan pergi.
Di sekolah,
Robert makan siang bersama teman-teman Siwon.
“kau ingin aku datang ke rumahmu? Apa aku tidak salah dengar?”
“tidak Robert, ayah ingin bertemu denganmu. Ayah bilang, orang tuamu adalah temannya”
“benarkah?”
“ya, aku tidak bohong. Bahkan mereka sempat mengerjakan sesuatu bersama-sama”
Sore itu,
Robert pulang, Scarllet sedang duduk di sofa. Robert masuk ke kamarnya dan keluar lagi dengan pakaian rapi.
“mau kemana kamu?”
“ke rumah teman”
“Robert, anak itu bukan teman yang baik”
“apa maksud tante?”
“dia bisa memberikan hal negatif padamu, dia anak yang mengajakmu ke club kan?”
“cukup tante, bosmu bilang, kau disini bukan sebagai mata-mata”
“aku seperti ini karena aku harus menjagamu”
“jika tante keberatan, lebih baik tante pergi saja”
Scarllet menatap Robert.
“aku pergi dulu” Robert keluar.
“dasar anak itu” Scarllet kesal.
Di rumah Siwon,
Robert disambut dengan baik, ayah Siwon menganjaknya ke ruang kerja.
“Siwon, bisakah kau meninggalkan kami?”
“tapi ayah...”
“Siwon, ayah ingin bicara berdua dengan Robert”
“ok” Siwon kesal dan menatap Robert, ia pun pergi.
Robert merasa aneh dan menatap ayah Siwon dengan waspada.
“tenanglah nak, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu” ayah Siwon tersenyum, “kenalkan, namaku Kim Yoong Seob”
“nyungseb?”
“Yoong Seob”
“maaf”
“aku hanya ingin melihat api itu sedikit”
“kau tau? Apa anakmu memberi tau mu?
“tenanglah, asal kau tau, aku dan kedua orang tuamu yang membuat itu”
“maksudmu? Api ini hasil rekayasa ilmiah kalian? Kenapa aku yang harus jadi kelinci percobaannya?”
“tenanglah, saat itu kau belum ada. Kami bertiga terkena itu”
“jadi kau juga bisa mengeluarkan api sepertiku?”
“tidak, aku hanya bisa mengeluarkan hawa panas, kedua orang tuamu lah yang bisa mengeluarkan api. Kami selalu merahasiakannya sampai kecelakaan itu terjadi”
“katakan, apa yang kau tau tentang kecelakaan itu?”
“kami bekerja di tempat yang sama, P3K namanya”
“aku tau, mereka mengirim salah satu agennya padaku”
“benarkah?”
“ya, Scarllet”
“Scarllet?” Kim kaget.
“ada apa? Kau kenal padanya?”
“dia yang mendapat misi untuk membunuh kedua orang tuamu”
“apa?”
“aku tidak bohong, saat itu kami berpisah. Yang aku tau, mereka diberi misi untuk mengirimkan cairan kimia ke laboratorium rahasia. Tapi sebenarnya, itu adalah misi pembunuhan. Scarllet sang agen muda disuruh untuk membunuh mereka, dia memang perempuan yang hebat. Sampai saat ini, hal itu tetap dianggap kecelakaan”
Robert kesal.
Kim melihat bayangan api di mata Robert, “baiklah Robert, paman senang bisa mengenalmu. Kau anak yang baik, ayo kita minum teh”
“terima kasih paman, sepertinya aku harus pulang” Robert pergi.
Kim pun tersenyum.
***
Di pantai,
Robert duduk di karang, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Kim. Ternyata orang tuanya dibunuh oleh Scarlet atas utusan Hendry, padahal kedua orang tuanya bekerja di P3K.
“kenapa ini semua harus terjadi padaku?” Robert memegang kepalanya.
“Robert, ada apa?” Scarllet naik ke karang dan menatap Robert.
Robert menoleh, ia menatap Scarllet dengan emosi. “kau”
Scarllet melihat bayangan api di mata Robert, “Robert...?”
“kau yang telah membunuh kedua orang tuaku” Robert berdiri, “iya kan?”
“Robert...”
“jawab!” Robert berteriak dan api mulai keluar dari tubuhnya.
“Robert, kau harus tenang”
“aku akan membunuhmu seperti kau membunuh kedua orang tuaku, aku akan membakarmu hidup-hidup”
Scarllet menghubungi Hendry lewat earphone, “bos, kita harus melakukan rencana B”
“ha...” Robert teriak dan menyerang Scarllet.
Scarllet melompat dari karang, ia berlari di pasir. Robert terus menghujaninya dengan api.
“Robert, hentikan. Kendalikan dirimu”
“diam kau pembunuh”
Scarllet menaiki sebuah tebing.
“oh, kau fikir, bisa lepas semudah itu?” Robert menyusulnya naik.
Tapi saat Robert sampai di atas, ia kaget melihat Kim sedang mencekik Scarllet.
“ah” Scarllet tidak bisa bernafas.
Robert melihat luka di pundak Scarllet, ia menatap Kim.
“kau dendam padanya kan? Aku akan membantumu untuk membunuhnya” Kim mengeluarkan hawa panas dari tangannya dan memukul perut Scarllet.
“a...” Scarllet terlempar jatuh dari tebing.
“tidak” Robert menatap Kim dan menyerangnya dengan bola api besar.
“ah” Kim terpental.
Robert langsung melompat dari tebing dan memeluk Scarllet, mereka pun jatuh air
Byur...
Robert tak sadarkan diri dan tengelam.
***
Di markas,
Robert dirawat di ruang medis.
“dia akan baik-baik saja kan?” Scarllet mengintip Robert dari luar.
“tindakannya gegabah, saat tubuhnya sedang berapi, dia berani jatuh ke air”
“tubuhnya sedang berapi? Tapi kenapa apinya tidak melukaiku?”
“bagian tubuh yang memelukmu tidak berapi, dia bisa mengendalikannya. Itu hebat”
“tunggu, bukankah kau bilang, api itu tidak bisa dikendalikan?”
“ya, ternyata Robert berbeda, dia murni mendapatkan kekuatan itu sejak ia dikandung. Berbeda dengan kedua orang tuanya yang mendapatkan kekuatan yang tidak disengaja”
“jadi, dia benar-benar bisa mengendalikannya?”
“ya, tapi kita tetap tidak tau apa bahayanya semakin besar atau terkendali”
Scarllet kembali menatap Robert, “dia sudah tau semuanya, dia tau aku yang membunuh orang tuanya”
“dia belum tau sepenuhnya Scarllet”
“semoga dia cepat sembuh bos” Scarllet pergi.
Di dalam,
Robert tiba-tiba sesak dan dadanya terangkat ke atas, ia teringat saat tubuhnya yang berapi masuk ke air dan langsung padam. Keadaan Robert makin buruk.
Para perawat masuk, mereka berusaha menolong Robert.
Hendry masuk dengan cemas, kau pasti bisa bertahan. Aku yakin itu...
Besoknya,
Scarllet keluar dari ruangannya, ia melihat Hendry ada di hadapannya. “bos?”
“anak itu ingin bertemu dengan tantenya” Hendry tersenyum.
Scarllet menatap Hendry dengan aneh.
“aku serius, aku sudah menceritakan semuanya dan dia mengerti. Misi itu harus dilakukan meski pun berat, karena itu menyangkut nyawa banyak orang”
Di ruang perawatan,
Scarllet masuk.
“hey tante” Robert tersenyum.
Scarllet menatap Robert dan mendekat, “aku senang kau baik-baik saja”
“apa tante ingin mengucapkan maaf?”
“ok” Scarllet sedikit kesal, “maaf aku telah membunuh kedua orang tuamu”
“aku mengerti, Hank sudah memberitau ku semuanya. Meski pun berat, tapi itu harus dilakukan. Karena ayah dan ibu bisa meledak kapan saja”
“jika kau mengerti, kenapa kau ingin aku minta maaf?”
“itu tetap harus dilakukan tante, maaf aku sudah menyerangmu. Bagaimana dengan pundak tante?”
“aku baik-baik saja, harusnya aku yang berterima kasih. Kau sudah menolongku 2 kali. Tapi lain kali, kau tidak boleh masuk ke air dengan tubuh penuh api. Mengerti?”
“ya” Robert tersenyum, “aku tau kau sangat menghawatirkanku, Hank yang memberitau ku”
“dari tadi kamu bilang Hank terus, siapa itu Hank?”
“Hendry, bosmu”
“apa?”
Robert tertawa.
Di ruangan Hendry,
“ada apa? Kau sepertinya kesal” Hendry menatap Scarllet.
“kenapa bos katakan yang aneh-aneh padanya?”
“tapi kau benar-benar menghawatirkannya kan? Buktinya saat keadaannya sempat memburuk, kau yang menjaganya semalaman. Lagi pula, anak itu pun begitu. Dia selalu menolongmu kan?”
“itu tidak ada hubungannya bos”
“tentu ada”
Besoknya,
Scarllet duduk menemani Robert di ruang perawatan.
“jadi itu serum untuk membuatku menjadi normal? Sedikit sekali, kau yakin dengan itu kekuatanku akan hilang?”
“jangan bicara sembarangan, serum ini bahaya. Kita tidak boleh menggunakannya terlalu banyak, kau bisa mati”
“oh, ok” Robert tersenyum, “tante, kenapa kau tidak menyuntikku sekarang? Aku siap kok, aku tidak keberatan”
“tidak, keadaanmu belum stabil. Berbahaya jika kau disuntik dengan serum ini”
“oh...”
“karena kau sudah faham, aku pergi dulu”
“jadi tante cuma mau jelasin itu doang? Aku kira, tante mau nemenin aku. Aku kan bosen sendirian”
“jangan mulai lagi Robert, tugasku hanya melindungimu di luar. Di markas ini, kau aman”
“ok, sampai jumpa cantik. Jangan lupa untuk mengantarkan makanan padaku”
“dasar anak aneh” Scarllet menutup pintunya.
Di luar,
“kelihatannya, dia suka menggodamu” Hendry tersenyum.
“dia memang menyebalkan bos” Scarllet pergi.
Malam itu,
Siwon masuk ke ruang kerja ayahnya, tapi ia kaget melihat ruangan itu berantakan. “ayah?”
Kim menatap Siwon dengan tajam.
“ayah, apa yang terjadi?” Siwon merasakan udara panas di sekitarnya.
“jangan ikut campur kau” Kim mendorong Siwon dengan kekuatan panasnya.
Siwon terlempar ke meja kaca.
Preeeng...
“ah” Siwon merasa sakit, “kenapa ayah melakukan ini?”
Kim pun pergi dengan memecahkan kaca jendela.
“ayah” Siwon berteriak.
Di ruang perawatan Robert,
“tante?” Robert mendengar suara pintu terbuka, “apa kau bawa makanan untukku?” tapi Robert terdiam melihat Kim disana.
“hey Robert”
“kau? Mau apa kau? Hank sudah memberitauku tentangmu, kau yang membuat orang tua ku kena kecelakaan ilmiah itu kan?”
Kim tersenyum dan mengeluarkan serum, “kau tau ini?”
Itu seperti serum yang dibawa Scarllet tadi, Robert menatap serum itu.
“aku punya banyak di tasku, tapi sebelum itu, aku butuh darahmu untuk menyempurnakan kekuatanku”
Kim menyuntik Robert dan mengambil darahnya, lalu ia mengambil banyak serum dan mulai menyuntik Robert.
“ah” Robert terdiam, mulutnya terbuka dan matanya melotot.
“maafkan aku nak, tapi petualangmu hanya sampai disini saja”
Alat deteksi jantung pun menunjukan bahwa jantung Robert berhenti berdetak.
Kim tersenyum dan pergi.
Keadaan di markas semakin kacau, sekarang Kim bisa mengeluarkan api karena darah Robert yang ia suntikan ke tubuhnya.
Banyak korban terluka dan tewas karenanya, termasuk Hendry yang terluka.
“ayo bos” Scarllet membantu Hendry masuk ke helli.
“Scarllet, kau juga harus ikut”
“tidak bos, aku harus menolong Robert. Tugasku adalah melindunginya dan aku tidak akan pergi tanpanya”
“baiklah”
Helli pun pergi dan Scarllet kembali masuk ke markas.
Tapi Kim tiba-tiba menghadangnya, Scarllet kaget.
“mau kemana kau?”
“kau?” Scarllet menatap Kim.
Kim mengeluarkan api, Scarllet semakin kaget.
Ya Tuhan... jangan-jangan dia... Scarllet ingat pada Robert.
“kau akan mati sekarang, anak bodoh yang merusak rencanaku”
Scarllet memegang pistol di sakunya.
“jika kau tidak membunuh mereka saat itu, mungkin negara ini sudah jadi milikku”
“kau tidak pantas menguasai negara ini” Scarllet menodongkan pistolnya.
“oh, kau fikir, senjata itu bisa mengalahkanku? Hiat” Kim mengeluarkan bola api dan melemparnya ke arah Scarllet.
Scarllet kaget, tapi tiba-tiba, sebuah tameng api yang besar melindunginya.
“jangan sakiti dia” Robert menatap Kim dengan api di tanganya.
Kim kaget, “apa?”
Tameng api menghilang, Scarllet tersenyum melihat Robert.
“kau pasti bertanya-tanya kan? Kenapa aku masih hidup? Kenapa aku masih bisa mengeluarkan api?” Robert so kaget, “aku juga tidak tau”
“jangan banyak omong kau” Kim kesal.
“dengar paman Yungseb, aku tidak perlu cape untuk melawanmu. Kau akan meledak”
“dasar anak kurang ajar” Kim menyerang Robert dengan apinya.
Robert pun menyerangnya dengan api juga.
“ah” Scarllet harus terus bergerak untuk menghindari api yang terlempar ke sekitar gedung.
Markas semakin rusak karena api membakarnya.
“argh” Kim semakin emosi dan api di tubuhnya semakin besar.
Robert melihat ada yang tidak beres dari kekuatan Kim.
“rasakan ini” Kim melempar api dengan udara panas di sekitanya.
“tidak” Scarllet berlari dan terkena lemparan itu, ia terhempas ke dinding dan jatuh.
“tante?” Robert berteriak.
Scarllet batuk sambil memegang dadanya, mulut Scarllet mengeluarkan darah.
“luka dalam, mungkin dia akan mati karena jantungnya memar”
“kurang ajar” Robert kesal dan api di tubuhnya semakin berkobar.
“ayo maju anak lemah”
Robert terus menyerang Kim dengan kemarahannya dan Kim tertawa puas sambil melawan Robert. Semakin lama kekuatan mereka semakin besar.
“Robert...” Scarllet yang lemas, tidak bisa berbuat apa-apa.
“agrh” Robert teriak dan terus melawan Kim, tapi ia sadar, keadaan Kim semakin berbahaya. Dia  akan meledak.
Kim terus melemparkan api ke arah Robert dan Robert terus menggunakan perisai api.
“kenapa Robert? Tenagamu habis?”
“dirimulah yang harus kau cemaskan”
“apa maksudmu? Aku baik-baik saja” api di tubuh Kim semakin besar dan kuat.
“kau akan meledak, paman” Robert terus menahan api itu.
“dasar cerewet, kau takut padaku kan?”
“aku?” Robert menatap Kim, “tentu tidak, argh...” Robert melemparkan perisai apinya yang semakin besar ke arah Kim, ia pun berlari ke arah Scarllet dan memapahanya keluar.
“argh” Kim terkena perisai Robert.
Di luar,
Robert membawa Scarllet melompat sambil memeluknya.
Dwar...
Ledakan pun terjadi dan markas hancur.
“emh...” Scarllet tersadar di pelukan Robert, “Robert?” Scarlet bangun.
Robert membuka matanya dan tersenyum.
“Robert, kau baik-baik saja?”
“tante...”
Scarlet memeluk Robert, “kamu harus kuat, pertolongan akan segera datang. Aku janji”
Robert masih tersenyum menatap Scarlet, “apa aku seorang pahlawan di matamu?”
“iya, kau sudah menyelamatkanku sebanyak tiga kali. Maafkan aku”
“kenapa tante minta maaf?”
“maaf karena aku telah membunuh kedua orang tuamu”
“bukankah kita sudah membahas itu? Aku tidak membencimu, aku cinta padamu”
Scarllet menatap Robert.
“aku senang bisa menolong orang yang aku cintai dan aku tidak keberatan jika harus mati untuknya”
“jangan bicara seperti itu, kau harus tetap hidup”
“aku mencintaimu Scarllet” Robert memperlihatkan luka di perutnya.
“Robert?” Scarllet kaget melihat luka di perut Robert, “lukamu dalam, aku akan berusaha menghentikan pendarahannya”
“tidak, aku tidak akan selamat”
“Robert, kau harus tetap hidup. Jika kau tidak menurutiku, aku akan menjewermu lagi”
Robert tersenyum dan menutup matanya.
“Robert...” Scarllet terdiam.
Heli penyelamat pun datang, beberapa orang turun dari heli.
“Scarllet” salah satu dari mereka mendekat dan memperlihatkan lencana P3k-nya.
Scarlet mengangguk.
Di markas baru P3K,
Scarllet melamun mengingat semua yang telah terjadi.
Hendry masuk dan melihat itu, “aku turut menyesal”
“dia anak bodoh, kenapa harus melindungiku segala? Kenapa harus membuat tameng besar untuk markas kita?”
“dia tau apa yang harus dia lakukan” Hendry mendekat, “jika dia tidak membuat tameng besar, yang meledak bukan hanya markas kita, tapi kota ini” Hendry memberikan sebuah rapot kepada Scarllet, “jika dia tidak membuat tameng untuk melindungimu, kau mungkin sudah meninggal”
Scarllet mengambil rapot itu dan melihatnya, ternyata itu rapot Robert.
“nilainya bagus, dia yang terbaik di sekolahnya”
Scarllet tersenyum, “pemikirannya terlalu pintar sehingga perutnya hampir bolong”
“dia melindungimu karena mencintaimu, dia mengakuinya saat itu”
“tidak mungkin, dia menyukai teman sekelasnya yang bernama Sella”
“terkadang, tidak mudah membaca perasaan orang lain. Aku ingat, pagi itu dia bilang, dia mencintaimu. Tapi dia tidak berani mengatakannya karena dia takut padamu”
“ya, aku suka menjewernya”
“dia bilang, Sella lebih pantas dengan Siwon. Ya, meski aku tidak tau siapa mereka, tapi yang jelas anak itu benar-benar menyukaimu. Dia bilang, kau adalah wonder women-nya”
Scarllet hanya diam dan tersenyum.
Hendry tau Scarllet sedih, “kau mau melihat dia untuk yang terakhir kalinya?”
Di sebuah ruangan,
Scarllet masuk dan melihat Robert yang terbujur kaku, ia mendekat dan menyentuh kepala Robert. “aku tau kau anak yang baik” Scarllet mengelus kening Robert, “kau adalah pahlawanku sekarang, kita tidak bisa berdebat lagi”
Air mata Scarllet menetes.
“kau lihat? Kau membuatku menangis” Scarllet tersenyum, “semoga kau tenang disana. Nilaimu bagus, aku sudah melihatnya”
***
Siang itu,
Robert dimakamkan di dekat makam kedua orang tuanya, Sella menangis dan Siwon memeluknya.
“sudah Sella”
“aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini”
“aku juga, selama ini aku jahat padanya. Sekarang aku kehilangan dua orang sekaligus” Siwon menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada Robert.
Scarllet dan Hendry tetap diam sampai semua orang pergi.
“aku duluan” Hendry pergi meninggalkan Scarllet.
Scarllet menatap nisan, “aku mengerti, kau harus melakukan semua itu. Aku mengerti, kau selalu memikirkan semua ini. Terkadang kita harus berkorban demi kebaikan orang banyak, aku mengerti itu. Aku mencintaimu Robert” ia pun pergi menyusul Hendry.
The End
___
Thank’s for reading…
Maaf kalau isinya kurang menarik, komentar yang membangun sangat diharapkan! ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar