Author : Sherly Holmes
Penyunting : Erin_Adler
Genre : Sci-fi
Cerita ini hanya fiktif
belaka dan hanya untuk
hiburan semata.
Malam itu,
Seorang laki-laki dikejar
oleh tiga belas orang, ia terus berlari menjauhi mereka yang ingin berbuat
jahat padanya.
Laki-laki itu terus
berlari, ia melewati gang-gang kecil yang berada diantara gedung kota.
“Robert, kemari kau”
“jangan lari, pengecut!”
Mereka terus mengejar
Robert dan Robert terus berlari meskipun ia lelah.
“kembali kau”
Tapi sayangnya, Robert
menemui jalan buntu. Ia berhenti dan berbalik.
“hah, mau kemana kau?”
Siwon begitu senang dan mengeluarkan sebuah rantai.
Yang lainnya pun menatap
Robert dengan tajam dan diantara mereka membawa benda tumpul.
Robert panik, ia takut
mereka menghajarnya. “apa salahku?”
“apa salahmu? Haha” Siwon
tertawa, “salahmu adalah kau selalu membuat kami kesal”
“tapi aku tidak pernah
membuat kesalahan apa pun pada kalian”
“alah, cerewet kamu.
Serang!”
Beberapa dari mereka
mengangkat tongkat bassball dan berlari ke arah Robert. Mereka pun mulai
menyerang.
“ah” Robert menutup mata
dan melindungi dirinya dengan kedua tangan.
“argh, panas!” salah satu
dari mereka berteriak.
Robert membuka matanya dan
melihat kedua tangannya mengeluarkan api, ia kaget. Robert melihat salah satu
dari mereka terbakar dan berlari ke genangan air, ia juga melihat mereka diam
ketakutan termasuk Siwon.
Robert menatap mereka,
“buat pilihan”
“ah” mereka semua lari
ketakutan sambil membuang senjata mereka.
Robert tersenyum dan
melihat kedua tangannya yang masih mengeluarkan api, perlahan api pun
menghilang dan kedua tangannya tetap normal tanpa luka bakar sedikit pun.
“waw, it’s amazing!”
Robert masih sedikit tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Di sebuah ruangan,
Seorang perempuan masuk,
“selamat malam bos”
“malam Scarllet”
“ada apa bos memanggilku?”
“ada tugas untukmu”
“apa aku harus menjadi
mata-mata lagi?”
“tidak”
“membunuh seseorang?”
“tidak”
Scarllet bingung.
“tugasmu kali ini mudah,
kau hanya perlu menemukan seorang anak laki-laki” bos melempar foto Robert ke
meja, “namanya Robert”
“tunggu, apa anak
laki-laki berumur 17 tahun juga masih tersesat? Atau dia idiot?”
“tidak tidak” bos
tersenyum, “mungkin saat ini dia belum tersesat, tapi dia butuh kita agar dia
tidak tersesat”
“apa maksudmu? Apa kau
sedang mempermainkanku?”
“tentu tidak Scarllet, ini
bukan soal yang mudah. Anak laki-laki itu berbahaya, dia bisa menghancurkan
kota ini”
Scarllet kaget.
Di sebuah SMA,
Semua siswa ketakukan
karena Siwon dan teman-temannya sedang marah-marah pada mereka.
Robert turun dari bus dan
masuk ke pintu gerbang kampus, ia melihat Siwon sedang berulah.
“ingat ya, di sekolah ini
hanya kami yang berkuasa” Siwon berteriak.
Robert tersenyum dan
mendekat, “ada apa ini?” ia bertanya dengan polos.
Mereka menoleh dan melihat
Robert tersenyum pada mereka.
“lari” mereka lari
ketakutan.
Robert kaget seperti tidak
pernah terjadi apa-apa, ia kembali tersenyum.
“yeah” teman-temannya
bersorak sambil tepuk tangan.
“terima kasih terima
kasih” Robert membungkuk memberi hormat sambil membanggakan dirinya.
“kau hebat kawan, meski
pun ini aneh karena mereka tiba-tiba takut padamu” seorang laki-laki mendekat
dan memegang pundak Robert.
“itu bukan apa-apa” Robert
tersenyum sombong, “aku hanya menghajar mereka tadi malam”
“benarkah? Bukankah selama
ini, mereka selalu menghajarmu?”
Robert diam, “em.. emh..
mungkin dulu aku belum siap”
“kau kan tidak bisa
berkelahi”
Robert tersenyum, “aku
lupa”
Di kelas,
Siwon dan teman-temannya
berkumpul, mereka bicara dengan serius.
“aku yakin tadi malam dia
mengeluarkan api dari kedua tangannya”
“ya, dia membakar bajuku
sampai bolong-bolong. Untung aku tidak mati”
“kita harus melaporkan
semua ini”
“jangan pernah lakukan
itu” Scarllet mendekat.
“kau siapa?” mereka kaget.
“jangan sekali-kali
membuka masalah ini ke publik. Jika diantara kalian ada yang membocorkannya, aku
tidak segan-segan untuk membunuh kalian”
***
Robert berjalan ke kelas,
ia melihat teman-temannya sudah duduk rapi dan seorang guru sedang mengajar.
“aah, gawat” Robert masuk
ke kelas, “selamat pagi” ia duduk.
Scarllet yang menyamar
menjadi guru pun berhenti menulis di board, ia menatap Robert. Anak itu, ia tersenyum. “kau, keluar
sekarang juga”
Robert kaget, “tapi bu,
ini kan baru jam 7.30. Bukannya pelajaran dimulai jam 8?”
“ngelawan kamu?” Scarllet
kesal.
“enggak bu” Robert berdiri
dengan kesal dan keluar dari kelas.
Di luar,
Robert berdiri di koridor,
“sialan, siapa sih dia? Perasaan guru disini gak ada yang kaya dia deh, apa dia
guru baru?”
“kau sebut aku apa?”
Scarllet menatap Robert dari balik koridor.
“e..enggak bu, enggak”
“ikut aku” Scarllet
menjewer Robert dan membawanya pergi.
Di tempat parkir,
Scarllet mengajak Robert
ke sebuah mobil, “masuk”
“kenapa kau menyuruhku
masuk ke mobil ini?”
“ayo masuk”
“kau bukan guru kan?”
Robert menatap Scarllet.
“ok, pintar. Aku memang
bukan gurumu” Scarllet tersenyum, “ ayo masuk ke mobil”
“aku gak mau”
Scarllet pun menyerang
Robert dan mendorongnya ke dalam mobil.
“aduh” Robert masuk, “kau
kasar sekali”
“aku tidak perduli, kau
yang memaksaku melakukan ini”
Scarllet membuka kemejanya
dan baju seragam aslinya pun terlihat, “jalankan mobilnya” ia menyuruh supir.
“kau memakai baju ketat?
Apa kau seorang penyelam?” Robert merasa aneh.
Scarllet menatap Robert
dan Robert langsung diam, takut.
“aku harap kau tidak
melakukan hal-hal gila karena aku bisa menembakmu”
Robert menatap Scarllet
dengan panik, “kau penjahat?”
“namaku Scarllet, aku dari
badan legal dan aku ditugaskan untuk menangkapmu”
“enggak, aku gak mau. Aku
gak salah apa-apa dan kau tiba-tiba menangkapku? Ini gak adil”
“ini adil, ini demi
keselamatan kota ini. Kau mengancam kami dengan mengeluarkan api dari tanganmu”
“apa maksudmu? Itu baru
terjadi tadi malam, aku juga tidak tau kenapa itu bisa terjadi” Robert menatap
Scarllet dengan cemas.
“dengar, aku melakukan ini
demi kau”
“demi aku? Aku rasa, kau
akan berbuat hal buruk padaku. Kau akan mengurungkku kan? Atau jangan-jangan,
kau akan menjadikanku objek penelitian” Robert membuka pintu mobil.
“hey, jangan macam-macam”
Scarllet menodongkan pistol ke kepala Robert, “aku bisa menembakmu kapan saja”
Robert diam. Tapi
tiba-tiba, ia memegang pistol Scarllet dan hawa panas pun mengalir.
“ah” Scarllet melepaskan
pintolnya yang begitu panas.
Robert pun melompat dari
mobil itu, ia terguling ke pinggir jalan.
“hentikan mobilnya”
Scarllet kesal dan kembali mengambil pistolnya, ia keluar dari mobil.
Tapi Robert sudah tidak
ada.
“sial” Scarllet kesal,
“ternyata anak itu pintar juga” ia kembali masuk ke mobil, “jalan, anak itu
sudah pergi”
***
Di rumah Robert,
“Ya Tuhan, siapa tante-tante
itu? Dia menyeramkan sekali, bahkan dengan terang-terangan ia menodongkan
pistolnya ke kepalaku”
Robert menatap foto kedua
orang tuanya, ia mengambilnya dan terus menatap foto tersebut.
“kenapa kalian pergi
begitu cepat? Aku masih membutuhkan kalian saat ini”
Besoknya,
Robert bersiap, ia memakai
bajunya dan bercermin. Robert tersenyum menatap dirinya, “santai Robert, Siwon
tidak akan membully-mu lagi. Mereka takut padamu” ia memakai kaca mata.
Robert mengambil tasnya
dan keluar dari rumah, ia berjalan ke halte bus.
Seorang perempuan
tersenyum, “hey Robert”
“Sella?”
“kau keren sekali hari
ini”
“terima kasih, kau juga
cantik sekali” Robert menurunkan sedikit kaca matanya dan berkedip.
Bus sekolah datang dan
mereka pun naik.
Di dalam bus,
Siwon kesal melihat Sella
duduk disamping Robert, karena biasanya, Sella hanya duduk disamping Siwon.
“sabar bos”
“diam kau, aku sedang
marah sekarang”
“aku tau, aku melihatnya”
“jangan banyak omong kamu,
mau dihajar?”
“ampun bos, ampun”
Sesampainya di sekolah,
“aku senang kita bisa
bicara seperti ini” Robert tersenyum pada Sella.
“maksud kamu?”
“ya... bisa jalan bareng
sama kamu, ngombrol bareng. Cerita banyak dan, ya... kau tau sendiri selama ini
hanya Siwon yang boleh mendekatimu”
“ya, kau benar. Anak-anak
lain takut mendekatiku karena Siwon”
“tapi sekarang tidak lagi”
“sepertinya hanya kau yang
berani mendekatiku”
“ya, itu harus”
“kenapa? Kenapa kau
tiba-tiba berani mendekatiku?”
“karena... karena aku...”
“aku mengerti, temui aku
di cafe nanti malam” Sella tersenyum.
“ok”
Mereka pun berpisah.
Robert mendekati
teman-temannya.
“hey bro, kamu keren
banget sekarang. Pake kaca mata item segala”
“buta kali, mana
tongkatnya?”
Robert tersenyum, “kalian”
“tunggu deh, kalau gak
salah liat, tadi kamu jalan bareng sama Sella kan?”
“hem...” Robert
mengangguk.
“kamu gak takut sama
Siwon?”
Robert menggeleng.
“gila kamu, kalau mereka
menghajarmu gara-gara ini gimana?”
“aku gak takut”
“Robert, jangan gegabah”
“apa kalian lupa?
Jelas-jelas kemarin Siwon ama temen-temennya takut sama aku”
Mereka masuk ke kelas.
Di luar,
Siwon menatap Robert yang
masuk ke kelas, “apa yang harus kita lakukan?”
“gak tau bos, aku takut.
Dia punya kekuatan aneh”
“coba kalian bayangin,
selama ini dia sering kita bully kan? Dan dia gak pernah ngelawan atau ngeluarin
api sedikit pun”
“mungkin dia baru dapet
kekuatan itu bos”
“atau mungkin, dia tidak
berani mengeluarkan kekuatannya di depan banyak orang” Siwon tersenyum.
***
Sekolah bubar,
Robert keluar dari kelas,
tapi saat berjalan melewati lapang. Ia terdiam.
Semua anak berkumpul
mengelilingi lapang dan di tengah lapang, Siwon dan teman-temannya sudah
menunggu Robert.
“apa yang kalian
inginkan?” Robert agak cemas.
Siwon tersenyum, ”aku
tidak ingin apa-apa, tapi aku tidak suka ada anak yang cari muka disini”
Robert menatap mereka
dengan waspada.
“aku hanya ingin
memberitau semua anak, apa yang akan terjadi pada mereka saat mereka berbuat
hal yang tidak kami sukai” Siwon menatap Robert, “serang!”
Mereka menghajar Robert,
anak lain hanya diam. Mereka takut.
“ah” Robert kesakikan.
Di atap gedung,
Scarllet melihat itu
menggunakan teropongnya, “bodoh, kenapa kau tidak melawan mereka?” ia menyimpan
teropongnya.
Di lapang,
Robert batuk-batuk, darah
keluar dari hidung dan mulutnya.
“bagaimana? Apa kau sudah
menyerah?” Siwon mengambil kaca mata Robert yang ada di lapang dan memakainya.
Robert hanya menatap Siwon
dengan kesal.
“kenapa kau diam? Kau
bilang, kau berani melawanku”
Anak-anak yang melihat itu
khawatir, tapi mereka begitu takut untuk membantu Robert.
“ya ampun, kasihan Robert”
“iya, dia udah luka-luka
kaya gitu juga”
“Siwon, hentikan!” Sella
berlari ke tengah lapang.
“Sella?” Siwon kaget.
Robert hanya menatap
Sella.
“jangan sakiti dia lagi,
aku mohon”
“sayang, aku tidak suka
dia mendekatimu seperti tadi pagi”
“itu bukan salahnya, aku
yang mendekati dia”
“benarkah?”
“Siwon..”
“ok, aku tidak akan
menghajar dia lagi. Tapi aku tidak suka kau begitu khawatir padanya”
Sella menunduk.
“ayo kita pergi” Siwon
memegang tangan Sella.
Teman-teman Siwon pun
mengikutinya.
Anak-anak bubar dan Robert
bangun.
Robert masih batuk dan
memegang dadanya, ia berjalan dengan sisa tenaganya.
Saat keluar dari gerbang,
Robert semakin lemah dan
ia pun jatuh.
Scarllet memegangi Robert,
ia melihat Robert pingsan. “anak malang” ia membawanya ke mobil.
***
Di rumah Robert,
Scarllet membaringkan
Robert di kasur, ia melihat foto kedua orang tua Robert yang ada di meja.
Scarllet terdiam dengan wajah sedih, “maafkan aku” ia kembali menatap Robert
dan membuka baju Robert.
Scarllet melihat memar di
dada Robert dan ia mengobatinya, “semoga kau tidak sesak nafas gara-gara ini”
Scarllet memakaikan selimut untuk Robert, “dasar anak bodoh, harusnya kau
melindungi dirimu. Kau punya kekuatan besar tapi tidak mau melawan mereka,
kelakukanmu percis seperti orang tuamu. Terlalu berperasaan”
Saat Robert membuka
matanya,
Robert kaget sudah ada di
kamar, apa lagi tangan kananya diborgol. Saat Robert menoleh, Scarllet tidur
disampingnya dengan ujung borgol yang ada di tangan kirinya.
“ah?” Robert bangun dengan
keget.
Scarllet membuka matanya,
“bisakah kau diam? Ini sudah malam”
“kenapa tante ada disini?
Kenapa tante tidur disampingku?”
“tante tante, enak aja.
Emangnya aku tante mu?”
“kenapa kau terus
mengejarku? Apa salahku padamu?”
“aku ingin kau menyerahkan
diri ke kantorku”
“aku tidak mau, pasti
kalian akan berbuat jahat disana”
“hey, jaga bicaramu”
“kenapa? Kau mau
menembakku?”
Scarllet terdiam melihat
bayangan api di mata Robert.
“maaf tante, sebaiknya kau
pergi dari sini” Robert mengeluarkan api dari tangannya dan borgol pun
terbakar.
“ah” Scarllet merasakan
panas ditangannya, ia mengambil kunci borgol dan berusaha membuka kuncinya
karena tidak kuat menahan panas itu.
Borgol terlepas dari
tangan Robert dan ia berlari mengambil baju, “maafkan aku tante” ia keluar melewati
jendela kamar.
Borgol pun terlepas dari
tangan Scarllet dan ia segera melemparkannya ke lantai, Scarllet berlari ke
dekat jendela. “sial, dia kabur lagi” ia kesal karena Robert sudah tidak ada.
Di jalan,
Siwon yang sedang menaiki
mobil mewahnya kaget karena Robert berdiri tepat di depan mobilnya, sepertinya dia mau menyerahkan nyawanya.
Siwon tersenyum.
Lakukan
jika kau ingin, Robert menatap Siwon.
Ok,
jika kau ingin mati. Siwon menginjak gas.
“argh” Robert berteriak
dan api keluar dari kedua tangannya, ia memegang bagian depan mobil Siwon. Kaki
Robert semakin terdorong mundur oleh mobil Siwon.
Bagian depan mobil mulai
terbakar.
“gawat, mobilku bisa
meledak” Siwon pun segera keluar dari mobilnya.
“argh” Robert melempar
mobil ke pinggir dan mobil pun meledak.
Dwar..
Siwon menutup wajahnya
dengan kedua tanganya, “aku rasa dia sudah mati”
“siapa yang kau bilang
mati?”
Siwon kaget dan melihat
Robert yang begitu kesal menatapnya, ia melihat api di tangan Robert semakin
besar dan melebar ke pundaknya.
“aku akan membalasmu”
“ampun Robert, maafkan
aku”
Tapi Robert merasakan
kehadiran Scarllet, ia pun pergi.
“mobilku” Siwon menangis
mendekati mobilnya.
Scarllet melihat itu dari
dalam mobilnya, “bos benar, anak itu bisa tersesat jika tidak segera ditangkap”
Di cafe,
Sella mendekati sebuah
meja dan duduk di kursi, Robert tiba-tiba muncul dari bawah.
“hey”
“Robert?”
“kamu kaget? Apa harusnya
Siwon yang ada disini?”
“i..iya, kamu tau kan?
Saat dia mendengar kita janjian disini, dia marah besar dan...”
“dia ingin menggantikanku?”
Sella mengangguk, “lebih
baik kamu segera pergi, aku takut dia keburu datang”
“dia tidak akan datang”
Sella kaget dan menatap
Robert.
“ayolah Sella, apa kau
tidak senang kita bersama?”
Sella tersenyum, “aku
hanya takut jika dia menyakitimu lagi”
“tidak akan” Robert
tersenyum.
“bagaimana lukamu?”
“sudah tidak apa-apa”
Robert memegang tangan Sella, “Sella, seandainya kamu tau. Sejak dulu aku...”
“Robert, lenganmu kenapa?”
Sella melihat baju Robert yang berlubang di bagian lengan kanannya dan terlihat
ada luka bakar disana.
Robert kaget, “ya ampun”
Robert kembali menatap Sella, “maaf, aku harus pergi” Robert meninggalkan
Sella.
“Robert?” Sella kaget.
***
Pagi itu,
Robert diam di atas sebuah
karang, ombak yang deras pun terus menyembur dibawahnya.
Robert melihat luka
bakarnya yang aneh, “luka bakar macam apa ini? Harusnya aku tidak terluka”
“kau baru saja berbuat
jahat, kau pantas menerimanya”
Robert menoleh dan melihat
Scarllet, “mau apa lagi kau?”
“aku tidak akan berhenti
sebelum aku berhasil menangkapmu” Scarllet duduk di samping Robert.
Robert melihat ke arah
lain, “kau tidak kapok? Atau aku harus memberikan luka yang membekas?”
“kau mau melukaiku dengan
kekuatanmu?”
Robert menatap Scarllet,
“dengar tante, selama ini aku hanya melindungi diriku. Tapi jika kau terus
memaksa, aku tidak akan segan untuk membakarmu”
Scarllet terdiam, ia ingat
pada misinya saat itu.
Sebuah
mobil terbakar dan menelan dua korban yang ada di dalamnya.
“kenapa kau diam?”
“aku tidak suka kau bicara
seperti itu, aku tau kau berasal dari keluarga baik-baik”
“jangan bicara seolah-olah
kau kenal keluargaku”
“aku memang tidak mengenal
mereka, tapi aku tau, kedua orang tuamu adalah ilmuan yang hebat”
Robert menatap Scarllet
dengan mata yang memerah, “apa hanya itu?”
Scarllet sedikit khawatir,
ia memegang tangan Robert dan meneteskan sebuah cairan ke lengan Robert.
Perlahan, luka Robert menghilang dan hanya ada kemerahan yang membekas pada
kulitnya.
“hey?” Robert kaget.
Scarllet tersenyum, “aku
tidak akan menangkapmu sekarang, aku akan memberimu waktu” ia memberi jaket
pada Robert, “jaga kesehatanmu”
Robert hanya diam,
Scarllet pun turun dari karang.
Robert memakai jaket itu
untuk menutupi lengannya dan ia menangis.
Di bawah,
Scarllet diam melihat itu,
ia pun pergi ke mobil.
Robert masih menangis,
“apa yang harus aku lakukan sekarang?”
***
Di rumah Siwon,
“kenapa mobilmu bisa
meledak seperti itu?”
“ayah, jika aku cerita, ayah
pasti tidak akan percaya”
“Siwon, jangan banyak
alasan”
“aku gak bohong ayah, aku
akan menceritakan semuanya”
Siwon pun bercerita
tentang Robert dan kekuatannya.
“jadi temanmu yang bernama
Robert itu bisa mengeluarkan api dari tangannya?”
“iya ayah, bahkan tadi
malam, apinya semakin besar”
“ok, ayah percaya padamu.
Besok ayah akan membelikan mobil yang lebih bagus untukmu”
“benarkah ayah?”
“ya, tapi kau harus
mengundang dia ke rumah kita”
“apa?”
“kenapa? Kau tidak mau?”
“aku takut dia melukai
kita”
“Siwon, ayah ingin kau
mendekati anak itu, suka atau tidak suka. Mengerti?”
“baik ayah” Siwon keluar
dari ruang kerja ayahnya.
Ayah Siwon pun tersenyum.
Di rumah Robert,
Robert berbaring di
kamarnya, “tante itu aneh juga, dia tiba-tiba baik hari ini. Tapi aku gak boleh
kebawa, jangan-jangan dia bo’ong. Dia kan seperti agen rahasia, mata-mata punya
rahasia dibalik rahasianya”
“kau sedang
membicarakanku?” Scarllet duduk di jendela kamar.
“ya ampun, ngapain tante
kesini?”
“tentu saja untuk
menangkapmu”
Robert menatap Scarllet,
“bukankah hari ini aku bebas?”
“enak saja, tadi aku tidak
menangkapmu karena kasihan. Tapi itu merupakan tindakan bodoh”
“tante yakin? Aku bisa
melukai tante lho”
“jangan sombong, kau cuma
anak kecil yang bodoh”
“enak saja, nilaiku selalu
bagus di kelas”
“eheh?” Scarllet masuk ke
kamar Robert.
“tante, jangan
macam-macam” Robert langsung berdiri dengan waspada.
“kau yang jangan
macam-macam” Scarllet mengeluarkan pistolnya.
Robert mundur ke pintu.
“jika kau berani keluar,
aku akan menembakmu”
Tangan Robert mulai
mengeluarkan api.
“oh, kau mau melawan? Ok,
akan aku layani”
Robert melemparkan api ke
arah Scarllet dan Scarllet pun menghindar.
“dasar anak bodoh,
lemparanmu terlalu pelan” saat melihat ke arah Robert, Robert sudah tidak ada
dan pintunya terbuka. “sial”
Di jalan,
Robert berlari, “aduh, dia
kenapa sih? Baru aja mau aku bilang baik”
Sebuah mobil mendekat dan
membunyikan klakson, mobil itu berhenti di dekat Robert.
Robert menoleh, “Siwon?”
“hey Robert” Siwon
tersenyum.
Robert menatap Siwon
dengan waspada.
“ayolah, aku kan hanya
bertanya padamu. Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“apa kau ingin mobilmu
terbakar lagi?”
“tidak tidak, santailah
kawan, aku ingin kita berdamai. Lagi pula ini, mobil ayahku”
“emh? Kau pasti bohong
kan?”
“tidak, sungguh. Ayolah,
lebih baik kau ikut aku ke club. Aku janji tidak akan macam-macam”
Di club,
Robert minum bersama teman-teman
Siwon, Siwon tersenyum melihat Robert yang mulai percaya padanya.
“aku merasa aneh, kenapa
anak seusia kita bisa masuk ke tempat seperti ini?”
“ya ampun Robert, Siwon
itu punya kartu khusus. Jadi kita semua bisa masuk”
“ho’oh, dia kan anak
ilmuan hebat di negara ini”
Robert terdiam, ia ingat
ayah dan ibunya.
“hey kawan, kenapa kau
diam? Ayo minum lagi” Siwon menepuk pundak Robert.
Robert tersenyum.
Tiba-tiba Scarlllet datang
sambil menodongkan pistol di kedua tangannya, “bubar kalian!” ia berteriak.
Suasana di club pun
tiba-tiba ricuh karena orang-orang begitu panik, Scarllet terus menembaki gelas
dan kaca lampu.
Siwon dan teman-temannya
berlindung di bawah meja, Robert menatap Scarllet.
“anak kecil tidak
seharusnya berada di tempat seperti ini” Scarllet menatap Robert.
“it’s not your bussiness”
tangan Robert mulai mengeluarkan api, Robert menatap Siwon dan teman-temannya.
“pergi kalian”
Mereka pun berlari keluar.
“bagus, sekarang hanya
kita berdua yang ada disini” Scarllet tersenyum.
“pergilah tante, aku bisa
membuat bom disini”
“bom?” Scarllet kaget.
Robert melempar sebuah
botol dan melemparnya dengan api.
Dwar...
“kau lihat? Buat pilihan”
“anak sombong, aku mulai
tidak suka”
“ok” Robert pun melihat
botol minuman di meja.
Scarllet langsung menembak
botol itu.
Preng...
Robert menatap Scarllet.
“kita lihat, siapa yang
lebih cepat” Scarllet tersenyum.
Robert kesal, setiap botol
ditembak oleh Scarllet. Ia terus mencari botol dan menyerang Scarllet dengan
apinya.
Minuman yang berceceran di
lantai pun mulai merembetkan api akibat lemparan Robert.
Gas mulai memenuhi club.
Scarllet sesak akibat gas
beracun yang ia hirup, Robert melihat tanda emergency dan club akan meledak.
“gawat” Robert berlari dan
membawa Scarllet keluar.
Dwar...
Club terbakar.
Robert membaringkan
Scarllet yang pingsan di halaman, “maafkan aku tante” ia pergi.
***
Pagi itu,
Robert berjalan ke halte,
tapi ia terus teringat pada Scarllet.
Kenapa
aku jadi khawatir ya? Mudah-mudahan dia gak apa-apa,
Robert diam dan melihat Sella mendekat.
“Robert, kamu gak apa-apa
kan? Kamu tau gak? Gara-gara sikapmu yang aneh di cafe, aku jadi kepikiran
terus”
Robert tersenyum, “bagus
dong”
“bagus apanya?”
“ya, kan selama ini aku
terus yang inget sama kamu. Sekarang gantian”
“dasar” Sella tersenyum
dan melihat bus, “itu dia, bus sekolah udah datang”
Robert menoleh dan melihat
bus yang semakin kencang, “kok busnya...?”
“argh” Sella teriak karena
bus terus melaju ke arah mereka.
Robert mendorong Sella dan
ia tertabrak bus.
“Robert” Sella khawatir.
Tapi Robert berpegangan ke
bagian depan bus, “tolong hentikan busnya, hentikan” ia panik.
Scarllet yang mengemudikan
bus tersenyum, “aku tidak akan berhenti sampai kau menyerah”
“tante?” Robert kaget,
“aku mohon hentikan, aku tidak mau membakar bus ini”
“lakukan saja, di dalam bus
ini hanya ada aku”
“aku tidak mau, ledakannya
bisa melukai orang lain”
“kalau begitu,
menyerahlah”
“tidak”
“ok” Scarllet semakin
kencang mengemudikan bus.
“ok ok, aku menyerah”
Robert mulai mual.
Scarllet menghentikan
mobilnya.
Robert pun terjatuh lemas
di aspal jalan, “ah” ia kelelahan dan menarik nafas.
Scarllet keluar dari mobil
dan mengulurkan tangan.
Robert menatap Scarllet
dan memegang tanganya, ia bangun. “terima kasih”
“ayo masuk” Scarllet
merangkul pundak Robert.
Di dalam bis,
“tante yakin kita pergi
dengan bus ini?”
“tentu” Scarllet menekan
sebuah tombol dan bus sekolah pun berubah menjadi bus keren berlambang P3K.
“waw, apa ini bus
rahasia?”
“kau kagum? Harusnya kau
menyerah sejak dulu agar bisa melihat hal-hal menakjubkan”
Robert menatap Scarllet
yang sedang mengemudikan bus.
“ada apa?”
“tante tau gak? Seandainya
tante lebih lembut, sebenarnya tante itu cantik”
Scarllet menatap Robert,
“jadi?”
“ya, tante emang cantik
sih. Tapi... menyeramkan”
“bersyukurlah karena aku
sedang tidak ingin marah saat ini” Scarllet tersenyum.
“tante kayanya seneng
banget deh udah nangkap aku, emangnya aku sangat berharga ya?”
Scarllet tertawa, “kau
tidak sehebat itu, aku senang karena akhirnya tugasku selesai. Kau adalah tugas
paling menyebalkan yang pernah aku dapatkan”
“benarkah?”
Di markas,
Robert duduk di sebuah
ruangan.
Scarllet terus mengawasi
Robert sambil berdiri di belakangnya, “tenanglah, aku tidak akan melukaimu.
Sebentar lagi bos datang”
“apa bosmu akan menyiksa
ku?”
“apa maksudmu?”
“ya, kau lihat kan? Tempat
ini gelap dan hanya ada kita berdua”
Bos datang.
“jangan macam-macam. Di
ruangan ini, kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatanmu”
“apa? Itu seperti sabotase
bagiku” Robert kesal.
“selamat siang bos”
“siang” Bos menatap
Scarllet, ia duduk dan menatap Robert yang duduk dihadapannya.
“selamat siang?” Robert
bingung.
“siang” bos tersenyum,
“selamat datang di markas kami”
Robert masih bingung.
“namaku Hendry, aku
direktur dari P3K ini. Dia Scarllet, agen mata-mata level 7”
Robert menatap Hendry,
“P3K? Apa itu arti dari Pertolongan Pertama Perut Keroncongan? Apa kalian ingin
aku bergabung disini agak memasak di tempat darurat? Itu mudah, aku bisa
membakar sosis untuk kalian jika kalian tidak punya pemanggang”
Bos tersenyum, “P3K adalah
Pertolongan Pertama Pereda Kehancuran”
“kehancuran? Kayanya so
hebat banget deh, kamu harus mengganti nama badan ini”
Scarllet menjewer Robert,
“jaga sikapmu”
“aduh” Robert merasa
sakit, “maaf”
Hendry menatap Robert,
“kami membutuhkanmu lebih dari itu”
“jadi aku disini bukan
untuk memanggang sosis?”
“aku ingin kau
menghilangkan kekuatanmu”
“aku sudah mencobanya,
tapi tidak bisa”
“aku tau, kami bisa
membantumu”
“aku tidak mau” Robert
berdiri, “aku sudah yakin jika kalian bukan orang baik”
Scarllet memegang kepala Robert
dan menjepitnya ke meja.
“aduh, apa yang kau
lakukan?”
“lepaskan dia”
“maaf bos” Scarllet
melepaskan kepala Robert.
“dulu orang tuamu bekerja
disini”
Robert yang kesal pun
langsung diam.
“mereka pasangan yang
jenius, kami sangat kehilangan mereka saat mereka meninggal”
“mereka meninggal dengan
mobil yang meledak dan terbakar” mata Robert mulai memerah, “katakan, apa yang
kalian ketahui tentang kecelakaan itu? Apa benar itu sebuah kecelakaan? Atau
itu sebuah kesengajaan”
“maaf bos, aku ingin makan
siang”
“silahkan”
Scarllet pun pergi.
Robert menoleh, “tante,
aku bungkusin donk”
“maafkan kami, saat itu,
di kendaraan mereka memang banyak cairan kimia yang mudah meledak” Hendry ikut
menyesal.
“jadi itu murni
kecelakaan?” Robert diam dan menunduk.
“sudahlah, mulai sekarang,
Scarllet akan selalu disampingmu”
“apa?”
“jangan bicara seolah-olah
kau tidak membutuhkannya, dia bisa membuatmu nyaman. Dia bisa mengurusmu dengan
baik”
“aku bisa mengurus diriku
sendiri” Robert berdiri.
“Robert, jika kekuatanmu
terlalu besar, kau bisa meledak”
Robert kembali duduk.
“kau akan menghancurkan
kota ini”
“separah itu kah?”
Hendry mengangguk.
“aku janji tidak akan
melakukannya, aku akan berusaha hidup normal. Tapi aku tidak mau Scarllet ada
disampingku”
“dia tidak akan macam-macam
padamu, dia hanya akan melindungimu”
“ok”
***
Beberapa hari kemudian,
“ah, kenapa aku jadi
disuruh ngurus anak itu sih?” Scarllet menyiapkan sarapan.
Robert keluar dari kamar,
“selamat pagi tante”
“pagi” Scarllet yang kesal,
menaruh makanan di piring.
“terima kasih” Robert
memakannya.
“apa yang akan kau lakukan
sekarang?”
“sekolah, seperti
biasanya”
“kau masih belajar juga?”
“sebenarnya ujian sudah
selesai sejak dua minggu yang lalu, tapi setiap anak, harus datang untuk
mengetahui perkembangan nilai mereka”
“apa nilaimu jelek?”
“tidak, aku akan
membuktikannya pada tante. Nilaiku pasti yang paling bagus di sekolah”
“huh, dasar sombong”
“aku gak sombong, itu
kenyataan”
“ok, aku tidak sabar ingin
melihat hasilnya nanti”
Robert tersenyum, “terima
kasih atas masakan yang lezat ini, aku berangkat dulu ya” Robert pergi.
“kenapa aku merasa jadi
ibunya sekarang?” Scarllet memakai seragamnya dan pergi.
Di halte,
Robert menunggu bus
sekolah bersama Sella, Scarllet mengintip dari balik sebuah gedung.
Mobil baru Siwon berhenti
di dekat Robert, “ayo kawan”
Robert dan Sella pun masuk
ke mobil itu.
“anak itu...” Scarllet pun
menyimpan teropongnya dan pergi.
Di sekolah,
Robert makan siang bersama
teman-teman Siwon.
“kau ingin aku datang ke
rumahmu? Apa aku tidak salah dengar?”
“tidak Robert, ayah ingin
bertemu denganmu. Ayah bilang, orang tuamu adalah temannya”
“benarkah?”
“ya, aku tidak bohong.
Bahkan mereka sempat mengerjakan sesuatu bersama-sama”
Sore itu,
Robert pulang, Scarllet
sedang duduk di sofa. Robert masuk ke kamarnya dan keluar lagi dengan pakaian
rapi.
“mau kemana kamu?”
“ke rumah teman”
“Robert, anak itu bukan
teman yang baik”
“apa maksud tante?”
“dia bisa memberikan hal
negatif padamu, dia anak yang mengajakmu ke club kan?”
“cukup tante, bosmu bilang,
kau disini bukan sebagai mata-mata”
“aku seperti ini karena
aku harus menjagamu”
“jika tante keberatan,
lebih baik tante pergi saja”
Scarllet menatap Robert.
“aku pergi dulu” Robert
keluar.
“dasar anak itu” Scarllet
kesal.
Di rumah Siwon,
Robert disambut dengan
baik, ayah Siwon menganjaknya ke ruang kerja.
“Siwon, bisakah kau
meninggalkan kami?”
“tapi ayah...”
“Siwon, ayah ingin bicara
berdua dengan Robert”
“ok” Siwon kesal dan
menatap Robert, ia pun pergi.
Robert merasa aneh dan
menatap ayah Siwon dengan waspada.
“tenanglah nak, aku tidak
akan berbuat apa-apa padamu” ayah Siwon tersenyum, “kenalkan, namaku Kim Yoong
Seob”
“nyungseb?”
“Yoong Seob”
“maaf”
“aku hanya ingin melihat
api itu sedikit”
“kau tau? Apa anakmu
memberi tau mu?
“tenanglah, asal kau tau,
aku dan kedua orang tuamu yang membuat itu”
“maksudmu? Api ini hasil
rekayasa ilmiah kalian? Kenapa aku yang harus jadi kelinci percobaannya?”
“tenanglah, saat itu kau
belum ada. Kami bertiga terkena itu”
“jadi kau juga bisa
mengeluarkan api sepertiku?”
“tidak, aku hanya bisa
mengeluarkan hawa panas, kedua orang tuamu lah yang bisa mengeluarkan api. Kami
selalu merahasiakannya sampai kecelakaan itu terjadi”
“katakan, apa yang kau tau
tentang kecelakaan itu?”
“kami bekerja di tempat
yang sama, P3K namanya”
“aku tau, mereka mengirim
salah satu agennya padaku”
“benarkah?”
“ya, Scarllet”
“Scarllet?” Kim kaget.
“ada apa? Kau kenal
padanya?”
“dia yang mendapat misi
untuk membunuh kedua orang tuamu”
“apa?”
“aku tidak bohong, saat
itu kami berpisah. Yang aku tau, mereka diberi misi untuk mengirimkan cairan
kimia ke laboratorium rahasia. Tapi sebenarnya, itu adalah misi pembunuhan.
Scarllet sang agen muda disuruh untuk membunuh mereka, dia memang perempuan
yang hebat. Sampai saat ini, hal itu tetap dianggap kecelakaan”
Robert kesal.
Kim melihat bayangan api
di mata Robert, “baiklah Robert, paman senang bisa mengenalmu. Kau anak yang
baik, ayo kita minum teh”
“terima kasih paman,
sepertinya aku harus pulang” Robert pergi.
Kim pun tersenyum.
***
Di pantai,
Robert duduk di karang, ia
tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Kim. Ternyata orang tuanya dibunuh
oleh Scarlet atas utusan Hendry, padahal kedua orang tuanya bekerja di P3K.
“kenapa ini semua harus
terjadi padaku?” Robert memegang kepalanya.
“Robert, ada apa?”
Scarllet naik ke karang dan menatap Robert.
Robert menoleh, ia menatap
Scarllet dengan emosi. “kau”
Scarllet melihat bayangan
api di mata Robert, “Robert...?”
“kau yang telah membunuh
kedua orang tuaku” Robert berdiri, “iya kan?”
“Robert...”
“jawab!” Robert berteriak
dan api mulai keluar dari tubuhnya.
“Robert, kau harus tenang”
“aku akan membunuhmu
seperti kau membunuh kedua orang tuaku, aku akan membakarmu hidup-hidup”
Scarllet menghubungi
Hendry lewat earphone, “bos, kita harus melakukan rencana B”
“ha...” Robert teriak dan
menyerang Scarllet.
Scarllet melompat dari
karang, ia berlari di pasir. Robert terus menghujaninya dengan api.
“Robert, hentikan.
Kendalikan dirimu”
“diam kau pembunuh”
Scarllet menaiki sebuah
tebing.
“oh, kau fikir, bisa lepas
semudah itu?” Robert menyusulnya naik.
Tapi saat Robert sampai di
atas, ia kaget melihat Kim sedang mencekik Scarllet.
“ah” Scarllet tidak bisa
bernafas.
Robert melihat luka di
pundak Scarllet, ia menatap Kim.
“kau dendam padanya kan?
Aku akan membantumu untuk membunuhnya” Kim mengeluarkan hawa panas dari
tangannya dan memukul perut Scarllet.
“a...” Scarllet terlempar
jatuh dari tebing.
“tidak” Robert menatap Kim
dan menyerangnya dengan bola api besar.
“ah” Kim terpental.
Robert langsung melompat
dari tebing dan memeluk Scarllet, mereka pun jatuh air
Byur...
Robert tak sadarkan diri
dan tengelam.
***
Di markas,
Robert dirawat di ruang
medis.
“dia akan baik-baik saja
kan?” Scarllet mengintip Robert dari luar.
“tindakannya gegabah, saat
tubuhnya sedang berapi, dia berani jatuh ke air”
“tubuhnya sedang berapi?
Tapi kenapa apinya tidak melukaiku?”
“bagian tubuh yang
memelukmu tidak berapi, dia bisa mengendalikannya. Itu hebat”
“tunggu, bukankah kau
bilang, api itu tidak bisa dikendalikan?”
“ya, ternyata Robert
berbeda, dia murni mendapatkan kekuatan itu sejak ia dikandung. Berbeda dengan
kedua orang tuanya yang mendapatkan kekuatan yang tidak disengaja”
“jadi, dia benar-benar
bisa mengendalikannya?”
“ya, tapi kita tetap tidak
tau apa bahayanya semakin besar atau terkendali”
Scarllet kembali menatap
Robert, “dia sudah tau semuanya, dia tau aku yang membunuh orang tuanya”
“dia belum tau sepenuhnya
Scarllet”
“semoga dia cepat sembuh
bos” Scarllet pergi.
Di dalam,
Robert tiba-tiba sesak dan
dadanya terangkat ke atas, ia teringat saat tubuhnya yang berapi masuk ke air
dan langsung padam. Keadaan Robert makin buruk.
Para perawat masuk, mereka
berusaha menolong Robert.
Hendry masuk dengan cemas,
kau pasti bisa bertahan. Aku yakin itu...
Besoknya,
Scarllet keluar dari
ruangannya, ia melihat Hendry ada di hadapannya. “bos?”
“anak itu ingin bertemu
dengan tantenya” Hendry tersenyum.
Scarllet menatap Hendry
dengan aneh.
“aku serius, aku sudah
menceritakan semuanya dan dia mengerti. Misi itu harus dilakukan meski pun berat,
karena itu menyangkut nyawa banyak orang”
Di ruang perawatan,
Scarllet masuk.
“hey tante” Robert
tersenyum.
Scarllet menatap Robert
dan mendekat, “aku senang kau baik-baik saja”
“apa tante ingin
mengucapkan maaf?”
“ok” Scarllet sedikit
kesal, “maaf aku telah membunuh kedua orang tuamu”
“aku mengerti, Hank sudah
memberitau ku semuanya. Meski pun berat, tapi itu harus dilakukan. Karena ayah
dan ibu bisa meledak kapan saja”
“jika kau mengerti, kenapa
kau ingin aku minta maaf?”
“itu tetap harus dilakukan
tante, maaf aku sudah menyerangmu. Bagaimana dengan pundak tante?”
“aku baik-baik saja,
harusnya aku yang berterima kasih. Kau sudah menolongku 2 kali. Tapi lain kali,
kau tidak boleh masuk ke air dengan tubuh penuh api. Mengerti?”
“ya” Robert tersenyum,
“aku tau kau sangat menghawatirkanku, Hank yang memberitau ku”
“dari tadi kamu bilang
Hank terus, siapa itu Hank?”
“Hendry, bosmu”
“apa?”
Robert tertawa.
Di ruangan Hendry,
“ada apa? Kau sepertinya
kesal” Hendry menatap Scarllet.
“kenapa bos katakan yang
aneh-aneh padanya?”
“tapi kau benar-benar
menghawatirkannya kan? Buktinya saat keadaannya sempat memburuk, kau yang
menjaganya semalaman. Lagi pula, anak itu pun begitu. Dia selalu menolongmu
kan?”
“itu tidak ada hubungannya
bos”
“tentu ada”
Besoknya,
Scarllet duduk menemani
Robert di ruang perawatan.
“jadi itu serum untuk
membuatku menjadi normal? Sedikit sekali, kau yakin dengan itu kekuatanku akan
hilang?”
“jangan bicara
sembarangan, serum ini bahaya. Kita tidak boleh menggunakannya terlalu banyak,
kau bisa mati”
“oh, ok” Robert tersenyum,
“tante, kenapa kau tidak menyuntikku sekarang? Aku siap kok, aku tidak
keberatan”
“tidak, keadaanmu belum
stabil. Berbahaya jika kau disuntik dengan serum ini”
“oh...”
“karena kau sudah faham,
aku pergi dulu”
“jadi tante cuma mau
jelasin itu doang? Aku kira, tante mau nemenin aku. Aku kan bosen sendirian”
“jangan mulai lagi Robert,
tugasku hanya melindungimu di luar. Di markas ini, kau aman”
“ok, sampai jumpa cantik.
Jangan lupa untuk mengantarkan makanan padaku”
“dasar anak aneh” Scarllet
menutup pintunya.
Di luar,
“kelihatannya, dia suka
menggodamu” Hendry tersenyum.
“dia memang menyebalkan
bos” Scarllet pergi.
Malam itu,
Siwon masuk ke ruang kerja
ayahnya, tapi ia kaget melihat ruangan itu berantakan. “ayah?”
Kim menatap Siwon dengan
tajam.
“ayah, apa yang terjadi?”
Siwon merasakan udara panas di sekitarnya.
“jangan ikut campur kau”
Kim mendorong Siwon dengan kekuatan panasnya.
Siwon terlempar ke meja
kaca.
Preeeng...
“ah” Siwon merasa sakit,
“kenapa ayah melakukan ini?”
Kim pun pergi dengan
memecahkan kaca jendela.
“ayah” Siwon berteriak.
Di ruang perawatan Robert,
“tante?” Robert mendengar
suara pintu terbuka, “apa kau bawa makanan untukku?” tapi Robert terdiam
melihat Kim disana.
“hey Robert”
“kau? Mau apa kau? Hank
sudah memberitauku tentangmu, kau yang membuat orang tua ku kena kecelakaan
ilmiah itu kan?”
Kim tersenyum dan
mengeluarkan serum, “kau tau ini?”
Itu
seperti serum yang dibawa Scarllet tadi, Robert menatap serum itu.
“aku punya banyak di
tasku, tapi sebelum itu, aku butuh darahmu untuk menyempurnakan kekuatanku”
Kim menyuntik Robert dan
mengambil darahnya, lalu ia mengambil banyak serum dan mulai menyuntik Robert.
“ah” Robert terdiam,
mulutnya terbuka dan matanya melotot.
“maafkan aku nak, tapi
petualangmu hanya sampai disini saja”
Alat deteksi jantung pun
menunjukan bahwa jantung Robert berhenti berdetak.
Kim tersenyum dan pergi.
Keadaan di markas semakin
kacau, sekarang Kim bisa mengeluarkan api karena darah Robert yang ia suntikan
ke tubuhnya.
Banyak korban terluka dan
tewas karenanya, termasuk Hendry yang terluka.
“ayo bos” Scarllet
membantu Hendry masuk ke helli.
“Scarllet, kau juga harus
ikut”
“tidak bos, aku harus
menolong Robert. Tugasku adalah melindunginya dan aku tidak akan pergi
tanpanya”
“baiklah”
Helli pun pergi dan
Scarllet kembali masuk ke markas.
Tapi Kim tiba-tiba
menghadangnya, Scarllet kaget.
“mau kemana kau?”
“kau?” Scarllet menatap
Kim.
Kim mengeluarkan api,
Scarllet semakin kaget.
Ya
Tuhan... jangan-jangan dia... Scarllet ingat pada
Robert.
“kau akan mati sekarang,
anak bodoh yang merusak rencanaku”
Scarllet memegang pistol
di sakunya.
“jika kau tidak membunuh
mereka saat itu, mungkin negara ini sudah jadi milikku”
“kau tidak pantas
menguasai negara ini” Scarllet menodongkan pistolnya.
“oh, kau fikir, senjata
itu bisa mengalahkanku? Hiat” Kim mengeluarkan bola api dan melemparnya ke arah
Scarllet.
Scarllet kaget, tapi
tiba-tiba, sebuah tameng api yang besar melindunginya.
“jangan sakiti dia” Robert
menatap Kim dengan api di tanganya.
Kim kaget, “apa?”
Tameng api menghilang,
Scarllet tersenyum melihat Robert.
“kau pasti bertanya-tanya
kan? Kenapa aku masih hidup? Kenapa aku masih bisa mengeluarkan api?” Robert so
kaget, “aku juga tidak tau”
“jangan banyak omong kau”
Kim kesal.
“dengar paman Yungseb, aku
tidak perlu cape untuk melawanmu. Kau akan meledak”
“dasar anak kurang ajar”
Kim menyerang Robert dengan apinya.
Robert pun menyerangnya
dengan api juga.
“ah” Scarllet harus terus
bergerak untuk menghindari api yang terlempar ke sekitar gedung.
Markas semakin rusak
karena api membakarnya.
“argh” Kim semakin emosi
dan api di tubuhnya semakin besar.
Robert melihat ada yang
tidak beres dari kekuatan Kim.
“rasakan ini” Kim melempar
api dengan udara panas di sekitanya.
“tidak” Scarllet berlari
dan terkena lemparan itu, ia terhempas ke dinding dan jatuh.
“tante?” Robert berteriak.
Scarllet batuk sambil
memegang dadanya, mulut Scarllet mengeluarkan darah.
“luka dalam, mungkin dia
akan mati karena jantungnya memar”
“kurang ajar” Robert kesal
dan api di tubuhnya semakin berkobar.
“ayo maju anak lemah”
Robert terus menyerang Kim
dengan kemarahannya dan Kim tertawa puas sambil melawan Robert. Semakin lama
kekuatan mereka semakin besar.
“Robert...” Scarllet yang
lemas, tidak bisa berbuat apa-apa.
“agrh” Robert teriak dan terus
melawan Kim, tapi ia sadar, keadaan Kim semakin berbahaya. Dia akan meledak.
Kim terus melemparkan api
ke arah Robert dan Robert terus menggunakan perisai api.
“kenapa Robert? Tenagamu
habis?”
“dirimulah yang harus kau
cemaskan”
“apa maksudmu? Aku
baik-baik saja” api di tubuh Kim semakin besar dan kuat.
“kau akan meledak, paman”
Robert terus menahan api itu.
“dasar cerewet, kau takut
padaku kan?”
“aku?” Robert menatap Kim,
“tentu tidak, argh...” Robert melemparkan perisai apinya yang semakin besar ke
arah Kim, ia pun berlari ke arah Scarllet dan memapahanya keluar.
“argh” Kim terkena perisai
Robert.
Di luar,
Robert membawa Scarllet
melompat sambil memeluknya.
Dwar...
Ledakan pun terjadi dan
markas hancur.
“emh...” Scarllet tersadar
di pelukan Robert, “Robert?” Scarlet bangun.
Robert membuka matanya dan
tersenyum.
“Robert, kau baik-baik
saja?”
“tante...”
Scarlet memeluk Robert,
“kamu harus kuat, pertolongan akan segera datang. Aku janji”
Robert masih tersenyum
menatap Scarlet, “apa aku seorang pahlawan di matamu?”
“iya, kau sudah
menyelamatkanku sebanyak tiga kali. Maafkan aku”
“kenapa tante minta maaf?”
“maaf karena aku telah
membunuh kedua orang tuamu”
“bukankah kita sudah
membahas itu? Aku tidak membencimu, aku cinta padamu”
Scarllet menatap Robert.
“aku senang bisa menolong
orang yang aku cintai dan aku tidak keberatan jika harus mati untuknya”
“jangan bicara seperti
itu, kau harus tetap hidup”
“aku mencintaimu Scarllet”
Robert memperlihatkan luka di perutnya.
“Robert?” Scarllet kaget
melihat luka di perut Robert, “lukamu dalam, aku akan berusaha menghentikan
pendarahannya”
“tidak, aku tidak akan
selamat”
“Robert, kau harus tetap
hidup. Jika kau tidak menurutiku, aku akan menjewermu lagi”
Robert tersenyum dan
menutup matanya.
“Robert...” Scarllet
terdiam.
Heli penyelamat pun
datang, beberapa orang turun dari heli.
“Scarllet” salah satu dari
mereka mendekat dan memperlihatkan lencana P3k-nya.
Scarlet mengangguk.
Di markas baru P3K,
Scarllet melamun mengingat
semua yang telah terjadi.
Hendry masuk dan melihat
itu, “aku turut menyesal”
“dia anak bodoh, kenapa
harus melindungiku segala? Kenapa harus membuat tameng besar untuk markas
kita?”
“dia tau apa yang harus
dia lakukan” Hendry mendekat, “jika dia tidak membuat tameng besar, yang meledak
bukan hanya markas kita, tapi kota ini” Hendry memberikan sebuah rapot kepada
Scarllet, “jika dia tidak membuat tameng untuk melindungimu, kau mungkin sudah
meninggal”
Scarllet mengambil rapot
itu dan melihatnya, ternyata itu rapot Robert.
“nilainya bagus, dia yang
terbaik di sekolahnya”
Scarllet tersenyum,
“pemikirannya terlalu pintar sehingga perutnya hampir bolong”
“dia melindungimu karena
mencintaimu, dia mengakuinya saat itu”
“tidak mungkin, dia
menyukai teman sekelasnya yang bernama Sella”
“terkadang, tidak mudah
membaca perasaan orang lain. Aku ingat, pagi itu dia bilang, dia mencintaimu.
Tapi dia tidak berani mengatakannya karena dia takut padamu”
“ya, aku suka menjewernya”
“dia bilang, Sella lebih
pantas dengan Siwon. Ya, meski aku tidak tau siapa mereka, tapi yang jelas anak
itu benar-benar menyukaimu. Dia bilang, kau adalah wonder women-nya”
Scarllet hanya diam dan
tersenyum.
Hendry tau Scarllet sedih,
“kau mau melihat dia untuk yang terakhir kalinya?”
Di sebuah ruangan,
Scarllet masuk dan melihat
Robert yang terbujur kaku, ia mendekat dan menyentuh kepala Robert. “aku tau
kau anak yang baik” Scarllet mengelus kening Robert, “kau adalah pahlawanku
sekarang, kita tidak bisa berdebat lagi”
Air mata Scarllet menetes.
“kau lihat? Kau membuatku menangis”
Scarllet tersenyum, “semoga kau tenang disana. Nilaimu bagus, aku sudah
melihatnya”
***
Siang itu,
Robert dimakamkan di dekat
makam kedua orang tuanya, Sella menangis dan Siwon memeluknya.
“sudah Sella”
“aku tidak menyangka dia
akan pergi secepat ini”
“aku juga, selama ini aku
jahat padanya. Sekarang aku kehilangan dua orang sekaligus” Siwon menyesal
dengan apa yang telah ia lakukan pada Robert.
Scarllet dan Hendry tetap
diam sampai semua orang pergi.
“aku duluan” Hendry pergi
meninggalkan Scarllet.
Scarllet menatap nisan,
“aku mengerti, kau harus melakukan semua itu. Aku mengerti, kau selalu
memikirkan semua ini. Terkadang kita harus berkorban demi kebaikan orang
banyak, aku mengerti itu. Aku mencintaimu Robert” ia pun pergi menyusul Hendry.
The End
___
Thank’s for reading…
Maaf kalau isinya kurang menarik, komentar yang
membangun sangat diharapkan! ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar